16 Mei 2018 12:40

Gerindra dan Demokrat Makin Mesra?

MyPassion
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat bersama Ketua Umum Demokrat SBY, di Cikeas, Jawa Barat. (JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM - Konstelasi pemilihan presiden bergerak semakin dinamis seiring makin dekatnya pendaftaran capres dan cawapres Agustus mendatang. Kubu Jokowi yang sudah didukung oleh koalisi gemuk hanya tinggal menenetukan cawapresnya.

Begitupun dengan kubu parpol pendukung Prabowo yang hanya solid didukung oleh sahabat setianya, yakni PKS. Karena itu Gerindra masih terus berusaha mengumpulkan dukungan dari parpol untuk ikut mencalonkan Ketua Umumnya.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani, saat ini pihaknya mengaku terus melakukan komunikasi politik dengan berbagai parpol. Termasuk partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono, Demokrat.

"InshaAllah dalam berita yang kami dengar mulai ada komunikasi-komunikasi yang baik antara kedua belah pihak," kata Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/5).

Meski demikian, Muzani pun mengaku belum dapat membocorkan apakah partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan dipastikan merapat kedalam koalisinya. Dirinya pun berharap kemungkinan itu nantinya akan terealisasikan.

"Waullahualam, mudah mudahan dan harapan doa kami," tuturnya.

Saat disinggung oleh awak media mengenai cawapres yang akan dipilih oleh sang ketua umumnya itu, Muzani enggan berkomentar lebih jauh. Baginya, cawapres pendamping Prabowo harus dapat memiliki kekuatan elektoral baik. 

Namun yang terpenting, kata Muzani, keputusan cawapres yang bakal disandingkan dengan mantan Danjen Kopassus itu harus di dudukan terlebih dahulu dengan seluruh parpol koalisi. Sehingga dapat menghasilkan kesepakatan sebelum Agustus mendatang.

"Keputusan utama ada dalam kebersamaan koalisi, (keputusan) para ketum partai," pungkasnya. (jpg/mpo)

Kirim Komentar