16 Mei 2018 12:15

55 Warga Palestina Tewas Diserang Tentara Israel, AS Salahkan Hamas

MyPassion
AS salahkan Hamas meski bukan Hamas yang salah dalam kekerasan saat pembukaan Kedutaan AS (Reuters)

MANADOPOSTONLINE.COM - Pada sidang darurat Dewan Keamanan PBB, Selasa, (15/5), Duta Besar PBB untuk AS Nikki Haley menyangkal kekerasan di Gaza ada hubungannya dengan AS yang membuka kedutaan baru di Yerusalem.

Sebaliknya, ia menilai kekerasan berasal dari mereka yang menolak keberadaan negara Israel di lokasi manapun. Sebanyak 55 pengunjuk rasa Palestina meninggal akibat berondongan peluru tentara Israel.

Seperti dilansir ABC News, Selasa, (15/5), menurutnya Haley, lokasi kedutaan tidak terkait dengan batas-batas spesifik kedaulatan Israel di Yerusalem, atau resolusi perbatasan yang diperebutkan. "Pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem tak merusak prospek perdamaian dengan cara apa pun."

Bahkan dengan arogan Haley menyalahkan kekerasan yang disebabkan Hamas, yang didukung oleh Iran. Haley keluar dari pertemuan DK PBB sebagai protes sebelum wakil Palestina berbicara di ruang sidang.

Ia berusaha untuk mengalihkan perhatian ke Iran di seluruh sambutannya, menghukum DK PBB karena tidak lebih fokus pada kegiatan destabilisasi Iran di wilayah tersebut. "Itu adalah kekerasan yang seharusnya menjadi perhatian kita juga," kata Haley.

Sementara sejumlah perwakilan DK PBB lainnya lainnya mengutuk pembantain warga Palestina dengan berondongan peluru tentara Israel. Haley hanya berkata, "Kami semua prihatin tentang kekerasan di Timur Tengah. Amerika Serikat menyesalkan hilangnya nyawa manusia.”

Haley mengklaim tanggapan Israel terhadap para pengunjuk rasa masih terkendali. Sementara itu, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov memulai sesi sidang dengan nada yang sangat berbeda. Ia menyebut peristiwa hari Senin saat pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem sebagai tragedi bagi rakyat Palestina.

"Siapa yang bisa menemukan kata-kata untuk menghibur ibu dari seorang anak yang telah dibunuh? Siapa?," ujar Mladenov bertanya.

Mladenov meminta Israel untuk melindungi perbatasan mereka secara proporsional dan menyelidiki setiap insiden yang menyebabkan hilangnya nyawa. Dia juga mengatakan, komunitas internasional harus turun tangan untuk mencegah perang di wilayah tersebut.

Kuwait menyerukan sidang darurat hari Senin dan mengusulkan draf pernyataan yang akan menyerukan penyelidikan independen terhadap kekerasan mematikan itu. Namun AS pengesahan pernyataan itu, menurut seorang diplomat DK PBB.

"Kami menyesal DK PBB tidak dapat mengadopsi rancangan pernyataan itu," kata Dubes Kuwait Mansour Al-Otaibi.

Pengamat Palestina di PBB Riyad Mansour mengkritik DK PBB karena tidak bertindak di Palestina. "Bagi mereka yang memiliki retorika dan agenda yang berbeda, mengapa Anda begitu sering memblokir penyelidikan internasional yang transparan dan independen?" Mansour mengatakan untuk menyindir AS.

Hingga Selasa, Wakil Gedung Putih menekan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS untuk setuju bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri. (jpg/mpo)

Kirim Komentar