15 Mei 2018 11:21
Kasus Pemecah Ombak

9 Jam Diperiksa, Eks Direktur BNPB Dijebloskan ke Penjara

MyPassion
TEGAS: Tersangka JT digiring penyidik menuju kendaraan yang akan membawanya ke Rutan Malendeng, Manado, Senin (14/5), tadi malam. (Rangga Mangowal/MP)

MANADO—Langkah tegas diambil penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Senin (14/5) malam, tersangka dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Minahasa Utara, yaitu JT alias Junjungan, resmi dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malendeng, Manado.

Dari pantauan, JT keluar ruangan pemeriksaan sekira pukul 19.00 Wita. Junjungan yang memakai kemeja putih tersebut, ditemani tim penasehat hukum. Tak ada kalimat yang keluar dari mulut Junjungan, saat awak media melemparkan pertanyaan. Dirinya saat itu terus berjalan menuju ke kendaraan yang sudah menunggu di halaman depan Kejati.

Tersangka yang merupakan mantan direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI ini, ditahan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor: PRINT-  02/R.1/Fd.1/05/2018 tanggal 14 Mei 2018.

“Penyidik Kejati Sulut telah melakukan penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pemecah ombak yang merugikan negara sebesar 8,8 miliar rupiah,” sebut Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulut Yoni Mallaka SH, saat dikonfirmasi usai pemeriksaan tersangka di Kejati, semalam.

Sebelum ditahan, Junjungan diketahui diperiksa penyidik. Diperiksa kurang lebih sembilan jam. “Ditetapkan sebagai tersangka karena diduga turut campur menandatangani proposal yang diberikan bupati. Junjungan diperiksa selama sembilan jam, dari jam 10 pagi,” lanjut Mallaka.

Juru bicara Kejati ini menambahkan, tersangka akan ditahan selama 20 hari. Terhitung sejak hari ini (kemarin) hingga 2 Juni 2018 di Lapas Kelas IIA Malendeng, Manado. “Berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka, penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP,” tegasnya.

Ketika ditanyakan terkait keterlibatan pihak lain, Yoni tak ingin berspekulasi. “Nanti kalau sudah disidang akan ada pernyataan-pernyataan keluar. Jadi tunggu saja hasilnya nanti,” tandasnya.

Diketahui, Junjungan diduga menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara.

“Tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” pungkas Mallaka.(rgm/gnr)

Kirim Komentar