14 Mei 2018 13:13

Titik Longsor Desa Tangkuney Makin Besar, Akses Penghubung Minsel dan Minahasa Terancam Putus

MyPassion
Longsor di Desa Tangkuney, Tumpaan belum dibersihkan. Kondisi ini pun berpotensi memutus akses jalan menuju Minahasa.(Facebook)

MANADOPOSTONLINE.COM—Dua titik longsor di bagian timur dan barat Desa Tangkuney, Kecamatan Tumpaan, makin besar. Alhasil, selain hampir memutus salah satu akses penghubung Kabupaten Minsel dan Minahasa, Desa Tangkuney terancam terisolir.

Hukum Tua Desa Tangkuney Fentje Laundering mengakui hal itu. “Longsor itu akibat material jalan yang tidak bagus serta keadaan tanah yang kurang terjaga sehingga saat diguyur hujan deras jalan jadi longsor," ungkapnya. Lanjut dia, jalur tersebut kini sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas. Desa yang dia pimpin terancam terisolir bila tak segera diatasi. “Sekali lagi hujan lebat mengguyur daerah kami, longsor susulan sudah pasti terjadi. Hal itu bisa berakibat putusnya jalan,” ujarnya khawatir.

Dia membeber, material jalan di bagian timur desa sudah amblas ke sungai. “Di bagian timur sudah 200 meter yang amblas, sudah sangat sulit apabila dibuatkan tanggul. Kita terpaksa harus melakukan cutting perkebunan warga agar bisa lewat,” tutur dia.Dia memastikan, kondisi jalan yang rusak sudah disampaikannya ke pihak yang berkompeten. "Bahkan, sudah meminta agar dapat segera ditanggapi dan diperbaiki," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Minsel Rudy Tumiwa menjelaskan, masyarakat harus memahami pembagian kewenangan pengelolaan jalan. Jalur yang bukan kewenangan kabupaten sulit ditangani karena bisa berdampak pada temuan BPK "Kalau kita paksakan pasti TGR karena itu bukan kewenangan kita jadi tidak boleh mengeluarkan anggaran untuk itu," jelasnya.

Meski begitu, dia memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemprov agar jalan segera diperbaiki. "Hanya sistem koordinasi yang bisa kami lakukan. Sejauh bisa, pasti kami akan bertindak," tukasnya.(jen/fgn)

Kirim Komentar