13 Mei 2018 22:44

Total Korban Luka Bom Gereja Surabaya 43 Orang dan 13 Tewas

MyPassion
Rombongan Kapolda, Pangdam dan Gubernur Jatim saat akan dievakuasi dari lokasi, Minggu (13/5). (Moh Mukit/JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM - Korban aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh keluarga Dita Oepriarto dan Istrinya, Puji Kuswati bersama empat anaknya di Surabaya, Minggu (13/5) bertambah. Hingga berita ini diturunkan, tercatat ada 13 korban tewas termasuk enam pelaku. Sedangkan korban luka mencapai 43 orang dari tiga gereja.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, dari 13 korban tewas itu masih ada sepuluh yang belum diidentifikasi. Yakni, tiga korban di Gereja Pentakosta Pusat Surabaya dan 3 lainnya di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Ada tiga lagi yang hingga kini masih diidentifikasi di GKI Diponegoro. Selain itu, ada satu korban yang masih diidentifikasi di RSUD dr. Soetomo. Sedangkan yang Sudah teridentifikasi, ada tiga jenazah di RS Bhayangkara. "Ada juga jenazah yang masih di tempat kejadian perkara. Belum selesai diidentifikasi," jelas Frans. 

Untuk 43 korban luka, tersebar di enam rumah sakit. Ada tiga di RSUD dr. Soetomo, dua orang dirawat di RS William Booth, enam korban di RS Bhayangkara, lima orang di RS Siloam, satu orang di RSAL, dan 14 orang di RS Bedah Manyar.

Untuk korban tewas, polisi membuka posko post dan ante mortem di biddokkes RS Bhayangkara, Polda Jawa Timur. Frans menjelaskan keluarga yang ingin menjemput jenazah anggota keluarganya, harus membawa sejumlah kelengkapan.

Antara lain, pakaian korban semasa hidup atau barang pribadi, dokumen identitas seperti KTP, dan data catatan medis. "Kami masih berupaya mendapatkan data struktur gigi dan sidik jari," kata Frans ditemui wartawan di RS Bhayangkara. (jpg/mpo)

Kirim Komentar