11 Mei 2018 17:35

Tak Hadir, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Menteri PUPR

MyPassion
Juru bicara KPK Febri Diansyah (jawapos)

MANADOPOSTONLINE.COM—Komisi Pemberantasan Korupsi memang mengagendakan pemeriksaan terhadap Menteri PUPR, M Basuki Hadimuljono. Namun, Basuki berhalangan hadir dikarenakan sedang bertugas di luar kota. Lembaga antirasuah menjadwalkan ulang pemanggilan pada Senin pekan depan. 

"Untuk saksi Menteri PUPR, akan dijadwalkan ulang Senin depan. Karena yang bersangkutan ada tugas luar kota hari ini," terang juru bicara KPK Febri Diansyah, di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (11/5).

Sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Menteri Pekerjaan Umum dan Rakyat (PUPR), M Basuki Hadimuljono. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Halmahera Timur Rudi Erawan (RE), dalam kasus menerima hadiah terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2016.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RE," beber Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Jumat (11/5).

Sekadar informasi, KPK menduga, Rudy telah menerima hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya sebagai bupati. Besaran suap yang diterima oleh Rudy sebesar Rp 6,3 miliar.

Penetapan tersangka terhadap Rudi kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, merupakan pengembangan dari kasus suap Kementerian PUPR yang menjerat sejumlah anggota DPR pada tahun 2016. Rudi merupakan tersangka ke-11 dalam kasus suap Kementerian PUPR.

Rudy juga diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Oleh karena itu, Rudi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.(jpg/mpo)

Kirim Komentar