11 Mei 2018 17:28

Amien Rais Tuding KPK Dagelan

MyPassion
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais (Dok. JawaPos.com)

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyatakan lembaga antirasuah sebagai dagelan. Karena hanya menangani kasus kecil seperti obstruction of justice sedangkan untuk kasus besar, lembaga antirasuah ini malah memilih berbalik arah untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut.

Menanggapi pernyataan Amien, Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri Antoni menyatakan, pernyataan yang dilontarkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tidak bijak. Padahal, lembaga antikorupsi ini ada karena salah satu amanat reformasi yang ingin membersihkan bangsa Indonesia dari korupsi.

"Kita tahu sampai saat ini KPK yang relatif banyak menindak kasus korupsi besar. Begitu juga upaya pencegahan juga telah banyak dilakukan," ungkapnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (11/5).

Lebih lanjut, Febri Hendri juga menuturkan bahwa lembaga yang digawangi Agus Raharjo cs ini telah mengungkap banyak kasus korupsi dan aliran dana. Termasuk kader PAN yang juga banyak ditangkap KPK dikarenakan terlibat kasus korupsi, di antaranya kasus yang melilit Gubernur Sultra dan Gubernur Jambi.

"Seharusnya, Amien Rais berterimakasih pada KPK karena telah mengungkap bobrok dalam partai yang didirikannya sendiri," ujarnya.

Febri menduga pernyataan Amien didasarkan kekesalan, karena fakta persidangan kasus alat kesehatan flu burung yang pernah menyeret namanya.

"Seharusnya dia harus bijak merespon hal tersebut dan tidak menyerang balik KPK dengan menyatakan penindakan KPK sebagai dagelan saja," ketusnya.

Sebelumnya, setelah 20 tahun berjalan pasca reformasi, Amien Rais mengatakan masih banyak hal yang harus dibenahi. Beberapa hal yang perlu segera dibenahi yakni terkait penegakan hukum.

Hal itu diungkapkannya usai menghadiri acara Pengajian Songsong Ramadan, di Masjid Muthohhirin Nitikan, Jalan Sorogenen, Kota Jogjakarta pada Kamis (10/5) malam.

"Penegakan hukum masih tebang pilih, korupsi makin merajalela," ujar pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Meski era reformasi, mempunyai lembaga antirasuah bernama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun menurut Amien kinerjanya belumlah maksimal.

"Punya KPK tapi seperti dagelan. Jadi kalau ada kasus yang gede-gede ada backup dari kekuasaan, KPK kemudian minger (berbalik arah)," katanya.

Menurut AMien Rais, KPK saat ini yang dikejar hanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) saja. Kerugian negara kecil, kisaran Rp 1, 50, sampai Rp 100 juta. Sementara, kasus besar ditenggelamkan.

Diibaratkannya seperti obstruction of justice. Kasus kecil dimeriahkan, sementara yang besar tidak pernah diurusi kemudian membuncah.

"Cuma OTT, kemudian mendapat sorak-sorai dari rakyat kecil dianggap sudah hebat. Padahal kenyataannya itu hanya obstruction of justice," tuturnya.(jpg/mpo)

Kirim Komentar