10 Mei 2018 15:44

Tak Hanya Live Instagram, Napi Teroris Sempat Hubungi Pengacaranya

MyPassion
Para narapidana kasus terorisme saat menyerahkan diri di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5) pagi. (Istimewa/Polri)

MANADOPOSTONLINE.COM - Terpidana terorisme yang membuat kerusuhan di rumah tahanan (rutan) cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, ternyata bukan hanya sempat melakukan siaran langsung di aplikasi instagram. Namun, mereka juga sempat menghubungi pengacaranya sebelum insiden berdarah tersebut menelan korban.

"Sebelum kejadian, sekitar pukul 20.30, Selasa malam," kata Tim Pengacara Muslim, Achmad Michdan di Jalan Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Kamis (10/5).

Michdan mengklaim, dirinya merupakan pengacara dari 10 persen narapidana terorisme yang mendekam di Mako Brimob. Bahkan salah seorang narapidana terorisme sempat melakukan komunikasi melalui sambungan telepon, akui Michdan, saat itu kliennya memberitahu adanya peristiwa mencekam di Mako Brimob.

"Menginformasikan ada kejadian tersebut, kemudian terdengar suara letusan, ada korban juga katanya. Oleh karena itu saya menganggap itu sesuatu yang harus ditangani serius," ujar Michdan.

Mendengar hal itu, kata Michdan, ia langsung menghubungi Komnas HAM dan Komisi III DPR RI agar segera mengambil langkah tepat untuk menghindari terjadinya korban. Namun, hal itu langsung diambil langkah tegas oleh Polri.

Menurut Michdan, kejadian tersebut didasari lantaran jam besuk keluarga para napi dibatalkan. Hal itu, kata Michdan, yang menjadi pemicu para napi geram.

"Informasi pembesukan dibatalkan dan biasanya pembesukan Ramadan itu membawa makanan ya, persiapan puasa biasa itu yang mereka lakukan," terang Michdan.

Tak hanya itu, Michdan menganggap kerap kali Polri melarang para napi membawa makanan yang berlebihan ke dalam sel tahanan. "Tetapi belakangan terakhir itu mereka bawa makanan nggak boleh, ya kadang-kadang diperiksa secara ya inilah barang kali SOP-nya, nasi diperiksa semua, makanan diperiksa segala macam," pungkasnya.

Dalam insiden ini, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan, telah melakukan operasi pembebasan sandera di Rumah Tahanan Cabang Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua berakhir sekitar pukul 07.15 WIB pagi tadi dengan penanganan tidak bernegosiasi.

"Semua penanggulangan tidak ada negosisasi. Pendekatan soft approach," urai Syafruddin.

Selain itu, sebanyak 155 tahanan telah melakukan penyanderaan terhadap sembilan anggota Polri. "Lima diantaranya tewas, secara sadis," pungkasnya. (jpg/mpo)

Kirim Komentar