08 Mei 2018 10:13

Tiongkok Sepakat Tambah Impor Kelapa Sawit dari RI

MyPassion
Joko Widodo

BOGOR—Tiongkok siap membuka pintu pasarnya lebar-lebar bagi berbagai komoditas Indonesia. Untuk kelapa sawit, misalnya, Negeri Panda itu menjanjikan peningkatan impor dari Indonesia sekurangnya 500 ribu ton.

“Tadi saya menekankan pentingnya peningkatan ekspor Indonesia ke Tiongkok dan disambut sangat baik oleh PM (perdana menteri) Li Keqiang," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat konferensi pers bersama setelah pertemuan dengan Li di Istana Kepresidenan Bogor.

Jokowi mengatakan, Tiongkok merupakan pangsa pasar terbesar di dunia dengan jumlah penduduknya yang mencapai 1,37 Miliar. Dengan potensi tersebut, Indonesia ingin meningkatkan neraca perdagangannya.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menambahkan, peningkatan ekspor dilakukan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia terhadap Tiongkok. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami defisit sebesar US$3,81 miliar sepanjang kuartal I 2018.

Kebetulan, lanjutnya, Tiongkok juga butuh komoditas Indonesia. Untuk kelapa sawit misalnya, negeri tirai bambu itu tengah mengembangkan penggunaan Biodisel 5 persen (B5).

"Sehingga ada keperluan tambahan dan keperluan tambahan akan kelapa sawit itu sudah mulai dibahas oleh presiden dari tahun lalu," ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi pada komoditas buah. Di sana, buah-buah khas kawasan tropis cukup diminati. Indonesia sendiri, kata dia, berkomitmen untuk meningkatkan standar agar bisa masuk lebih banyak ke pasar Tiongkok.

Sementara itu, Li Keqiang mengatakan, buah dan pertanian kawasan tropis sangat digemari di Tiongkok. Sehingga peningkatan perdagangan sangat mungkin dilakukan.

"Produk pertanian dari Indonesia punya banyak keunggulan di Tiongkok karena banyak yang tidak kami miliki," ujarnya.

Hanya, dia juga menuntut Indonesia agar juga lebih terbuka terhadap komoditas buah-buahan andalan Tiongkok. Menurut informasi yang diterimanya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terlihat membatasi impor buah-buahan dari Tiongkok. Salah satunya jeruk mandarin.

"Kami memastikan bahwa standar dan kualitas jeruk mandarin sesuai dengan standar dan kualitas Indonesia," imbuhnya.

Terkait penambahan impor kelapa sawit dari Indonesia, Li menyebut komitmen itu akan segera direalisasikan. Setelah pertemuan, pihaknya akan meminta kementerian/lembaga terkait untuk menindaklanjuti.

Selain perdagangan, kedua negara juga membahas soal investasi. Nah, salah satu isu yang juga dibahas terkait Tenaga Kerja Asing (TKA). Beijing sudah mendengar ramainya persoalan tersebut di Indonesia belakangan.

Li mengatakan, pihaknya siap membantu Indonesia soal itu. Salah satu upaya yang akan dilakukannya adalah dengan mengarahkan perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia agar lebih mendahulukan pekerja lokal. "Dengan demikian baru bisa mendapatkan keuntungan antara kedua negara. Ini arah kita bersama," tuturnya. (jpg)

Kirim Komentar