08 Mei 2018 09:26

Audisi Djarum Bulutangkis Manado, 21 Putra-Putri Sulut Bersaing di Kudus

MyPassion

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Manado, berakhir kemarin sore (7/5). Tim Pencari Bakat akhirnya menetapkan 25 peserta lolos ke final di Kudus. 21 diantaranya, putra-putri asal Sulut.

Laporan: Wailan Montong

SELANGKAH lagi. Cita-cita putra-putri bumi Nyiur Melambai, menjadi pemain di klub PB Djarum akan terwujud. Berjuang selama tiga hari di GOR Arie Lasut, 25 nama akhirnya dinyatakan lolos menuju ke final di Kota Kudus. 21 diantaranya asal Sulut.

Salah satunya Yosua Rantung. Peserta asal Manado dengan nomor punggung 0200 ini, bertanding memperebutkan supertiket di kategori U 15 putra, Senin (7/5) siang. Kepastian supertiket Yosua didapat usai mengalahkan pemain nomor punggung 0435 Ricky Rivaldo Yosia Roring.

Tak mudah bagi Yosua untuk mengalahkan Ricky. Pasalnya, dia dipaksa bermain tiga game. Akhirnya dia menang dengan skor 21-18, 8- 21 dan 21-19. Diakui Yosua, dia tidak menyangka sama sekali bisa merebut supertiket.

“Pastinya senang tapi tidak mau lengah juga, karena ini hanya permulaan. Padahal lawan posturnya lebih besar, tapi modal semangat dan berusaha maksimal serta tidak mau kalah,“ kata siswa kelas 1 SMP Negeri 4 Manado ini.

Dengan supertiket ini, selangkah lagi dia jadi pemain di klub PB Djarum. Dia memilih klub yang bermarkas di Kudus ini, karena fasilitas dan pelatihnya lebih baik dari klub lainnya. “Pastinya latihan lebih serius lagi dan jangan banyak main. Pokoknya di babak final nanti, saya akan bermain all out dan berjuang terus, demi cita-cita menjadi pemain dunia seperti Tontowi Ahmad,” tukasnya.

Seperti diketahui, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Manado, berakhir Senin (7/5) sore. Berdasarkan penilaian Tim Pencari Bakat, akhirnya ditetapkan 18 super tiket ditambah tujuh super tiket khusus (lihat grafis). Tim Pencari Bakat ini, terdiri dari Christian Hadinata, Fung Permadi, Bobby Ertanto, Lius Pongoh, Luluk Hadiyanto, Engga Setiawan, Denny Kantono, Richard Mainaky, Meliana Jauhari dan Shendy Puspa Irawati.

Sementara itu, bicara soal mencari bakat di Manado menurut pelatih bulutangkis spesialis ganda campuran Richard Mainaky bukanlah hal sulit. “Meski ini pertama kali, tapi saya sudah terbiasa dengan hal ini. Bahkan menurut saya seru juga, melihat antusias masyarakat terhadap Audisi Djarum ini. Saya juga memantau ada beberapa peserta di Manado memiliki potensi dipemain ganda khususnya di sektor U 15 putri,” kata salah satu juri Audisi Umum Djarum Beasiswa bulutangkis 2018 di Manado ini.

Pria kelahiran Ternante 1965 ini menambahkan, melihat sejarah, rata-rata pemain Indonesia yang berhasil ke tinggkat dunia itu berasal dari Manado dan khususnya pemain putri.

“Saya jadi penasaran dengan pemain putranya. Semoga dengan adanya audisi ini, kedepannya generasi pemain putra di Manado bisa sejajar dengan pemain putrinya dan jangan mau kalah lah,” katanya.

Richard mengaku, berdasarkan pengamatannya, beberapa peserta audisi Manado sudah memiliki teknik bermain yang benar. “Namun kita pahami, pastinya pelatihan di daerah belum cukup mendalam. Saya yakin jika mereka nanti di bawah ke klub PB Djarum atau klub di Pulau Jawa, semua akan bisa dibenahi,” jelasnya.(***)

Kirim Komentar