07 Mei 2018 17:17

Massa Pendukung Cawali Makassar Nyaris Bentrok

MyPassion
Aksi unjuk rasa dua kelompok massa pendukung Cawali Makassar di depan kantor Panwaslu Makassar, Senin (7/5). (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM - Dua kelompok massa nyaris bentrok di depan kantor Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar, Jalan Anggrek, Kota Makassar, Senin (7/5). Mereka merupakan pendukung dan simpatisan peserta Pemilihan Calon Wali (Pilwali) Kota Makassar 2018.

Satu kelompok massa merupakan pendukung pasangan nomor urut 1 Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). Kemudian satu lagi kelompok massa pendukung pasangan nomor urut 2 Mohammad Ramdan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi).

Ratusan massa Appi-Cicu lebih dulu melakukan unjuk rasa di depan kantor Panwaslu Makassar. Mereka berkumpul sejak pukul 09.00 WITA. Tujuannya meminta kejelasan kepada Panwaslu yang menerima gugatan pasangan DIAmi.

2 Mei lalu, tim DIAmi kembali melayangkan gugatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar. Gugatan itu terkait eksekusi dari Mahkamah Agung (MA) untuk mengugurkannya sebagai peserta Pilwali Kota Makassar 2018.

Gugatan itu kemudian diterima Panwaslu Makassar. Sejak saat itu, Panwaslu menggelar beberapa kali persidangan. Masing-masing tim DIAmi dan KPU menghadirkan saksi. Terakhir, 4 orang saksi ahli dihadirkan KPU untuk memberikan keterangan.

Massa Appi-Cicu menilai, Panwaslu seharusnya tidak lagi bisa menerima gugatan yang dilayangkan pasangan DIAmi. Sebab secara aturan, DIAmi bukan lagi peserta dalam Pilwali Kota Makassar. Pencalonannya telah digugurka melalui putusan MA yang dieksekusi KPU.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Secara hukum, tim DIAmi tidak bisa lagi atau tidak lagi mempunyai hak melayangkan gugatan dalam proses pemilihan ini. Karena secara hukum, mereka telah gugur melalui putusan MA yang telah berkekuatan hukum tetap," jelas salah satu pendukung Appi-Ciccu, Irwan di sela aksi.

12
Kirim Komentar