01 Mei 2018 10:28
Tak Daftar, Kartu Diblokir

Tak Ada Tambahan Waktu Registrasi Prabayar

MyPassion
Ilustrasi

JAKARTAMenteri Kominfo Rudiantara menegaskan, siapapun yang belum melakukan registrasi hingga kemarin pukul 23.59 WIB, WITA, WIT, maka nomornya akan hangus. “Misalnya hari ini (kemarin,Red) saya punya kartu, aktif, tapi nggak registrasi, selesai sudah,” katanya dilansir Jawa Pos (grup Manado Post) kemarin (30/1).

 

Rudi menegaskan tidak ada Peraturan Menteri Kominfo (Permenkominfo) yang berubah, demikian pula tidak ada perubahan jadwal mengenai batas akhir registrasi. Ia menganggap selama ini pemerintah sudah cukup bersabar.

Sejak tahun 2005 saat layanan kartu prabayar diperkenalkan, baik pemerintah maupun operator sudah berkali-kali melakukan sosialisasi agar masyarakat mendaftarkan nomornya berdasarkan nomor KTP. Sudah 12 tahun lebih kata Rudi. Sosialiasi kewajiban registrasi juga sudah dimulai sejak akhir 2017 lalu.

Sebelumnya, Kominfo mengeluarkan keterangan bahwa semua layanan telekomunikasi (Telepon, SMS, dan Paket Data Internet) akan diblokir bagi pelanggan yang tidak melakukan registrasi pada 30 April. Namun upaya registrasi melalui SMS ke 444 masih bisa dilakukan. Keterangan ini dianulir oleh Rudi. “Nggak bisa, hari ni terakhir, apa gunanya batas akhir hari ini kalau tetap diulur begitu,” katanya.

Bahkan, tidak ada keringanan untuk para pelanggan yang mengalami masalah dan gagal registrasi karena persoalan NIK dan KTP.

Menurut Rudi, dari jutaan nomor yang berhasil registrasi, pasti ada beberapa yang tidak berhasil. Dalam beberapa pertemuan sebelumnya, ia sudah sering memperingatkan bagi mereka yang nomornya bermasalah, segera untuk mendatangi gerai untuk mengatasinya. “Ya maaf saja, kenapa baru sekarang diurus, beberapa jam menjelang tenggat,” ungkapnya.

Bagi mereka yang sudah terlanjur hangus nomornya, rudi mengatakan jalan satu-satunya adalah membeli nomor baru, lantas mendaftarkannya.    

Saat ini, kata Rudi pihak Operator, Kominfo dan Ditjen Dukcapil masih melakukan penghitungan dan rekonsiliasi untuk validasi data jumlah pelanggan kartu prabayar. Pekan ini, atau paling lambat pertengahan Mei, Rudi menjamin pemerintah sudah punya data valid tentang jumlah pelanggan kartu prabayar. “Kalau sudah selesai nanti akan kita disclose (dibuka ke publik,Red),” katanya.

Sementara itu, belum ada data valid tentang jumlah nomor yang sudah diregistrasikan. Kepala Biro Humas Kominfo Noor Iza mengatakan, catatan terakhir Kominfo tertanggal 24 April 2018 lalu. “Dari data 24 April, sudah 350 juta nomor lebih yang sudah teregistrasi,” katanya. Noor Iza menambahkan, akan segera dilakukan rekonsiliasi yang akan dimulai pada tanggal 2 Mei mendatang.(***)

Kirim Komentar