25 Apr 2018 15:23
Mayulu: Sejengkal Tanah Akan Saya Pertahankan

Ribuan Warga Gagalkan Perubahan Titik Koordinat

MyPassion
Bupati Bolsel Herson Mayulu dan Wakil Buati Iskandar Kamaru bersama warga menggagalkan perubahan titik koordinat.(Humas)

MANADOPOSTONLINE.COM—Ribuan warga Bolsel pergi ke wilayah perbatasan Bolmong-Bolsel untuk menggagalkan perubahan titik koordinat batas wilayah, yang sudah ditetapkan Undang-Undang 30/2008, tentang pemekaran wilayah Kabupaten Bolsel.

Bupati Bolsel Herson Mayulu menyampaikan kepada warga, sebagai kepala wilayah dirinya tidak akan gentar dengan ancaman dari Bupati Kabupaten Bolmong.“Sejengkal pun tanah Bolsel akan saya pertahankan. Tidak ada satupun yang boleh merebut tanah yang sudah menjadi hak Rakyat Bolsel,” kata Bupati disambut histeris seluruh warga di titik koordinat perbatasan Bolsel-Bolmong.

Menurut dia, upaya yang akan dilakukan oleh Pemkab Bolmong dalam mematok kembali titik koordinat baru, sudah berhasil digagalkan.  “Jika perubahan titik koordinat tersebut terjadi, maka perubahan kembali Undang-undang 30/2008, bakal terjadi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada tiga hal yang membuat pemerintah pusat menyetujui Bolsel ini dimekarkan. Pertama, jumlah penduduk, kedua dana hibah kabupaten induk pemekaran. Ini juga sudah dilaksanakan dan Bolsel menerima dana hibah sebesar Rp 10 miliar dari kabupaten induk (Bolmong) pada zaman itu. “Ketiga tapal batas. Sejak 2016 lalu, sudah diambil alih oleh Kementerian Dalam Negeri. Titik koordinat tapal batas telah ditetapkan dan itu tidak bisa dilakukan perubahan lagi,” ucap bupati.

Dia mengatakan, rekomendasi pemekaran diberikan oleh bupati pada waktu itu Hj Marlina Moha Siahaan, tapi saat ini Bupati Bolmong yang baru kembali mempersoalkan. “Ini siapa sebenarnya yang durhaka, anak atau ibu yang mengambil kembali hak anak yang sudah diberikan. Itukan yang jadi persoalan. Karena Kemendagri sudah menyatakan tidak bisa ada perubahan maka Bupati Bolmong menempuhnya dengan judicial review atau peninjauan kembali Undang-undang pemekaran,” sebutnya. “Kalau itu dirubah maka 200-an lebih Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia ini akan mengikutinya melakukan perubahan kembali tapal batas wilayah,” ungkap Mayulu.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjen AD) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Jhony L Tobing ketika mengunjungi Kabupaten Bolsel berharap, TNI harus menjadi penengah untuk mendamaikan dua daerah yang tengah berkonflik, karena saling mengklaim wilayah masing-masing. “Diharapkan Dandim Bolmong bisa ngomong ke bupati agar tidak berkelahi, wong ini juga tanah Tuhan kok,” ucap Tobing.

Menurut dia, konflik antar wilayah seperti yang dialami oleh dua kabupaten yang ada di Bolmong Raya tersebut, harus dibantu untuk dicarikan solusinya. “Ingat yah, yang menentukan batas wilayah itu bukan bupati, semua sudah ada dalam penjabaran undang-undang melalui Permendagri,” pungkas Tobing dengan nada tegas.(cw-04/ite)

Kirim Komentar