25 Apr 2018 08:03

Izin Dipermudah, TKA Harus Tenaga Ahli

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), harus memiliki kategori. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara (Sulut) Ir Erny Tumundo, TKA tersebut spesifikasinya harus sebagai tenaga ahli. Jelasnya, walaupun izin kerjannya sudah tidak terlalu ketat, namun bukan berarti sepenuhnya bebas.

 

"Memang teknisnya sudah tidak rumit. Maksud sebenarnya dari kelonggaran untuk TKA adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang baru di Indonesia termasuk di Sulut. Jadi niat mereka untuk datang berinvestasi sudah dipermudah. Namun kan yang bisa bekerja hanyalah tenaga ahli," ucapnya.

Tumundo juga mengatakan, TKA yang ada di Sulut juga harus mengikuti kebijakan daerah. Seperti satu TKA harus didampingi 10 tenaga kerja lokal. Ini menurut Tumundo agar ada transfer ilmu pada saat pekerjaan berlangsung. Jadi memang harus ada edukasi bagi tenaga kerja lokal. Jelasnya juga, kebijakan yang diatur tidak boleh semua posisi harus di isi TKA. Karena jelasnya, harus memberikan posisi strategis bagi putra-putri daerah untuk bekerja.

"Izin memang sudah sedikit longgar, namun kita di daerah punya kebijakan. Ini kan kita lakukan untuk melindungi pekerja lokal. Selain tenaga ahli, mereka harus melakukan transfer ilmu. Dan semua yang saat ini bekerja di Sulut adalah tenaga ahli. Izin merka juga harus secepatnya diperpanjang. Memang kalau untuk izin TKA dari pusat, namun kalau untuk memperpanjang sudah bisa di daerah. Saya juga selalu menginstruksikan agar Disnaker dan imigrasi setempat harus mendata berapa perusahan yang menggunakan TKA," tuturnya.

Di sisi lain, pemerhati tenaga kerja Charles Sondakh mengatakan, di era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) semua sumber daya manusia (SDM) tentunya harus menguasi keahlian. Dan ini sebutnya, adalah pekerjaan pemerintah untuk selalu mengedukasi agar tenaga kerja Sulut tidak tertinggal. Apalagi dengan dilonggarkannya izin bagi TKA, tentunya SDM masyarakat Sulut harus tinggi.

"Memang kehadiran investor adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun ada sisi lain yang membuat tenaga kerja Sulut, tergusur yakni para investor sering membawa tenaga kerja dari luar untuk bekerja di perusahannya. Ini harus di sikapi dengan cepat oleh pemerintah. Jangan sampai sudah diisi dari tenaga kerja luar, dan masyarakat kita tidak mendapat tempat," ungkapnya.

12
Kirim Komentar