21 Apr 2018 12:37

Presiden Ini Minta Warganya Tak Lakukan Seks Oral

MyPassion
Presiden Uganda Yoweri Museveni mengatakan, budaya luar saat ini berupaya merusak rakyatnya (The Guardian Nigeria)

MANADOPOSTONLINE.COM - Presiden Uganda Yoweri Museveni mengatakan, budaya luar saat ini berupaya merusak rakyatnya dengan meyakinkan masyarakat Uganda kalau melakukan seks oral itu hal wajar. Seperti dilansir Newsweek pada Kamis, (19/4), saat berpidato di depan masyarakatnya, Museveni mengatakan pada warganya bahwa melakukan seks oral adalah kesalahan.

"Mulut itu fungsinya untuk makan. Mulut itu bukan berhubungan seks," tegas Museveni.

Musevani sendiri telah mengamati perilaku orang-orang LGBT. Gay dan aktivis hak gay dipukuli dan dibunuh selama masa pemerintahannya.

Pada tahun 2014, ia menandatangani tindakan antihomoseksualitas yang hanya bertahan sebentar. 
Saat itu ilegal bagi seseorang yang tidak melaporkan orang lain karena menjadi seorang gay.

Kalangan LGBT di Uganda bisa dibilang berisiko melanggar hukum. Saat pertama diajukan, LGBT bisa dijatuhi hukuman hingga 14 tahun penjara di bawah undang-undang yang awalnya dijuluki Kill The Gays Bill.

Namun undang-undang tersebut dengan cepat mengundang kecaman internasional. Museveni menyebut orang Uganda gay sebagai pelacur. Ia juga menyebut homoseksualitas bukanlah orientasi seksual yang sah.

"Saya gagal memahami bahwa anda gagal untuk tertarik kepada semua wanita cantik. Namun malah tertarik pada seorang pria. Ada sesuatu yang salah anda," ujarnya.

Pengadilan lalu membatalkan undang-undang Kill The Gays Bill pada tahun berikutnya atas dasar teknis. Namun, LGBT Uganda terus mengalami kekerasan dan penganiayaan. Mereka sering dijatuhi sanksi oleh para pejabat.

Museveni merupakan seseorang dengan karakter flamboyan yang sering terlihat mengenakan topi besar. Pada 2011, dalam upaya untuk memenangkan hati para pemuda di negara itu, ia merilis sebuah video rap.

Museveni telah menjadi Presiden Uganda sejak 1986. Ia menjalani masa jabatan keenamnya di Uganda saat ini. Dia dikenal membuat pernyataan kontroversial dalam pidato-pidatonya. (jpg/mpo)

Kirim Komentar