20 Apr 2018 10:50
Sulut Daerah Rawan Bencana

Sekprov: Pelatihan Penanganan Bencana Harus Rutin

MyPassion
Edwin Silangen

MANADOPOSTONLINE.COM - Dalam program pemerintah provinsi (pemprov) Sulawesi Utara, untuk menurunkan indeks resiko bencana hingga 30 persen, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rekerda) pengelolaan bencana terpadu tahun 2018.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen berharap dalam rapat tersebut bisa mendapatkan rekomendasi untuk menurunkan indeks resiko bencana. Karena menurut Silangen, Sulut termasuk salah satu Provinsi rawan terhadap bencana. Baik bencana alam maupun non-alam.

“Namun, saya tidak tahu kalau ada alat teknologi modern mengantisipasi terjadinya bencana semisal kebakaran, banjir, tanah longsor, bahkan tsunami, sehingga masyarakat diberi warning oleh BMKG sebelum terjadinya bencana terkait pencegahan bencana tersebut,” ujarnya seraya menambah diperlukan data-data BMKG untuk diberikan kepada Kabupaten/Kota, di samping adanya edukasi terhadap masyarakat dalam pencegahan bencana.

Lewat Rakerda ini, Silangen juga berharap adanya rekomendasi secara periodik dari sisi pencegahan, sebab tanpa ada pelatihan maka akan terjadi keterlambatan penanganan bencana.

“Sehingga dapat secepatnya bertindak dan tidak berakibat fatal bagi masyarakat. Untuk itu pelatihan ini harus secara rutin, sehingga sebelum terjadi bencana masyarakat sudah diberitahukan, artinya ada tanda ada awas terhadap masyarakat dan tidak mengakibatkan banyak korban,” bebernya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut Joy Oroh mengungkapkan, tujuan kegiatan ini untuk menurunkan indeks resiko bencana hingga 30 persen yang diinstruksikan oleh BNPB Pusat serta melakukan sinkronisasi dengan Kabupaten/Kota se Sulut.

“Kita meminimalisir terjadinya bencana semisal kesiapsiagaan.Tentu kita akan menyampaikan kepada masyarakat didalamnya sosialisasi di desa-desa rawan bencana. Kemudian juga ada sosalisasi sekolah aman di beberapa sekolah Manado. Karena kita ketahui bersama Manado sering terjadi gempa bumi, jadi bagaimana kita memberikan edukasi kepada siswa tentang cara menyelamatkan diri terhadap gempa bumi,” urai Oroh sembari menambahkan di samping itu ada kegiatan lainnya dalam pengurangan bencana.

Soal alat teknologi kewaspadaan bencana, diakuinya Provinsi Sulut sudah memiliki itu. Dimana BPBD bekerja sama dengan BMKG.

“Seperti alat peramalan cuaca dan gempa bumi yang ada di instansi terkait, dan di tempat kita (BPBD Sulut, Red) juga ada alat dalam memberikan signal, dimana melalui sistem ini maka ada pemberitahuan kepada masyarakat.Alat itu berada di kantor Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops),” kuncinya.

Diketahui, dalam rapat tersebut turut hadir, Perwakilan BNPB RI, Balai Sungai Wilayah Sulut, Kepala BPBD Kabupaten dan Kota Se Sulut, serta para peserta Rakerda. (gab)

Kirim Komentar