17 Apr 2018 09:48

Vanili Primadona Sulut

MyPassion
UNTUK PETANI: Gubernur Olly Dondokambey mengembangkan vanili menggunakan teknologi modern.

MANADO—Ini primadona baru Sulut. Teknologi terkini di bidang pertanian, khususnya vanili bakal membuat petani sejahtera. Dengan teknologi ini, petani tak perlu lagi menyiapkan kebun. Pekarangan rumah saja bisa menjadi lahan subur untuk penanaman vanili. Lahan seluas 1.000 M2 bisa menghasilkan 1.000 Kg vanili. Produktivitas yang tinggi inilah yang akan membuat petani ‘basah’.

Pasalnya, harga vanili di pasaran di atas rata-rata komoditi pertanian. Harga vanili basah per kg berkisar Rp 500 ribu. Sementara vanili kering bisa mencapai Rp 5 juta/Kg. Gubernur Olly Dondokambey sudah melakukannya. “Di Minahasa, tanahnya cocok sekali untuk vanili,” katanya.

Orang nomor satu di Sulawesi Utara ini akan mempraktikkan teknologi baru menanam vanili di halaman belakang kantor gubernur. Ini dimaksud agar petani bisa datang menyaksikan dan melaksanakannya di rumah masing-masing.

Caranya relatif murah dan sederhana. Tanah dibuat bedeng. Tinggi tanah yang dibedeng setara dua batu bata atau kurang lebih 30 sampai 50 centimeter. Bedeng tanah itu akan dibuat gembur dengan pupuk. Bisa juga pupuk kandang.

Vanili ditanam di tanah yang subur itu. bila cara tradisional vanili menggunakan media tanaman lain untuk tumbuh merayap, kini cukup memakai baja ringan. Di bagian baja ringan disiapkan dua paranet atau jaring tanaman. Bila cuaca normal, satu jaring saja cukup. Namun, bila suhu udara sangat panas, jaring kedua perlu dipasang.

Melalui instansi terkait, kata OD, petani akan diajarkan bagaimana budidaya vanili dengan cara modern dan menghasilkan vanili dengan kualitas terbaik untuk bahan baku.

Kepala Dinas Perkebunan Sulut Refly Ngantung mengatakan, teknologi terkait vanili yang sedang dikembangkan ini bakal menguntungkan masyarakat. Apalagi, Gubernur OD menurutnya bakal menyiapkan bibit unggul vanili, teknologi, dan aksesbilitas pemasaran. “Vanili seperti tanaman anggrek. Tidak perlu langsung ditanam di tanah. Kita bisa memanipulasi media yang akan digunakannya,” sebut Ngantung.

Itulah sebabnya mengapa vanili ini bisa lebih mudah dikembangkan. “Apalagi jenis tanaman ini tak butuh sinar matahari 100 persen,” paparnya. Dinas Perkebunan sesuai instruksi gubernur, lanjut Ngantung, tahun ini sudah mempersiapkan anggaran untuk bibit vanili unggulan yang sudah lewati modernisasi. “Secepatnya akan dirasakan masyarakat,” tutup Ngantung.(*)

Kirim Komentar