17 Apr 2018 09:39

Miliaran Dandes Sulut Masih Parkir

MyPassion

MANADO—Hingga April 2018, masih ada lebih dari 300 desa yang belum menerima dandes tahap satu. Kendalanya karena belum menyelesaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Pencairan dandes dibagi dalam tiga tahap dengan skema 20%, 40%, 40%.

Bila dirata-ratakan satu desa menerima dandes senilai Rp 700 juta, maka diperkirakan ada lebih dari Rp 4 miliar yang parkir di kas daerah maupun desa masing-masing. Data yang dihimpun, masih ada lima kabupaten/kota yang belum menerima pencairan dana dari pemerintah pusat itu.

Sangat disayangkan. Padahal aparat desa selalu diikutsertakan dalam pelatihan penyusunan APBDes. “Bagaimana mau ditransfer, jika banyak hukum tua yang belum memasukkan APBDes dan SPJ. Padahal hukum tua sudah mengikuti pelatihan di mana-mana,” ujar Asisten Bidang Pemerintahan Denny Mangala.

Dia mengatakan, ada sekira 64 hukum tua yang belum memasukkan APBDes dan SPJ. “Untuk itu SPJ dan APBDes tersebut segera dimasukkan, agar dandes bisa segera dicairkan,” ucap Mangala.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Djefry Sajow mengakui soal APBDes dan SPJ yang belum rampung. ”Padahal, batas waktu dandes berada di RKUD itu sesuai aturan hanya tujuh hari, dan harus segera ditransfer ke rekening desa,” ujar Sajow.

Di Minahasa Tenggara masih 37 desa belum rampungkan APBDes. “Hingga Jumat 13 April, tercatat baru 98 desa yang memasukkan APBDes tahun 2018. Kami sudah memberitahukan ke seluruh pemerintah desa untuk menyiapkan LPj dandes. Untuk LPj sudah kami sertakan dalam juknis pencarian dandes tahap satu,” beber Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Joutje Wawointana, kepada Manado Post.

APBDes jelasnya merupakan syarat pencarian dandes tahap satu. Caranya dengan menginput APBDes di Sistem Keuangan Desa. Kemudian melakukan pengajuan pencairan dandes. “Jadi ada kalau sudah memenuhi syarat baru diberikan rekomendasi ke Badan Keuangan untuk melakukan pencarian,” terangnya sembari menambahkan, penyaluran dandes tahap pertama baru dinikmati 90 desa.

“Kami targetkan awal Mei, dandes tahap satu sudah tersalur seluruhnya. Supaya Kabupaten Minahasa Tenggara nantinya sudah bisa langsung mengajukan petunjuk teknis penyaluran dandes tahap dua,” tandasnya.

Desa penerima dandes di Bolaang Mongondow bahkan bisa dihitung jari. Penuturan Kepala Bidang Pemdes Dien Novita Thalib, dari 200 desa, baru dua yang menerima. “Baru Desa Siniyung Kecamatan Dumoga Timur dan Desa Pangian Kecamatan Passi Timur yang cair,” singkatnya.

Pencairan dandes memang harus melewati beberapa proses. Kotamobagu, satu-satunya kota yang masih memiliki desa juga mengalami kendala. Dari 15 desa, dandes 10 desa belum cair. “10 desa itu masih menunggu penetapan Perdes tentang APBDes, kemudian diverifikasi di tingkat kecamatan, selanjutnya evaluasi oleh tim anggaran pemerintah daerah. Kami kembali mengimbau agar Sangadi dapat mempercepat penetapan perdes tersebut mengingat waktu yang sudah cukup mepet," pinta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Tedy Makalalag melalui Sekretaris Hamdan Monigi.

Sementara di Minahasa Utara, dandes sudah berlabuh di rekening desa masing-masing. Hanya masih dblokir karena administrasi yang belum lengkap. “Tetapi jika semua berkas sudah dilengkapi, blokir akan segera dibuka secara otomatis,” tukas Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa Minut Endru Palandung.

Sementara itu, pencairan dandes tahap 1 di Sitaro dan Bolsel dipastikan aman. Dua daerah tersebut kini dalam pengajuan dandes tahap 2.(tim mp/gnr)

Kirim Komentar