17 Apr 2018 15:13
PLN Janji Bakal Tambah 45 MW

Ketersediaan Listrik Pengaruhi Perekonomian Sulut

MyPassion

MANADO—Ketersediaan pasokan listrik menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi di Sulut. Dengan banyaknya pusat pertokoan dan ritel maka kebutuhan listrik di Sulut harus terus terpenuhi.  

Sebut saja pusat perbelanjaan terbesar di Sulut Manado Town Square (Mantos).  Direktur Operasional Mantos Rudini Wijaya membeber, untuk Mantos total daya listrik yang dibutuhkan mencapai 6 MegaKWH. “Yang terbagi di tiga gedung. Yang paling banyak membutuhkan listrik di Mantos 3,” katanya.

Andy Sumual Owner FreshMart mengatakan, kebutuhan daya listrik 345 KVA. “Sebagai seorang pengusaha tentu kita berharap PLN akan terus konsisiten menjaga daya listrik di Sulut,” harap Sumual.

Sementara, GM PLN Wilayah Suluttenggo Edison Sipahutar membeber, tahun ini pihaknya bakal ketambahan total 75 mega watt (MW) pasokan listrik. “Sebanyak 30 MW sudah beroperasi komersial pada Februari. Kemudian 30 MW lagi akan mulai beroperasi pada Mei. Dan 15 MW menyusul November,” beber Sipahutar.

Dia menjelaskan, untuk 30 MW pertama bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Amurang, sementara untuk 15 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Likupang. “Kemudian tahun depan kita menargetkan ketambahan sekira 50 hingga 10 MW,” ungkap Sipahutar.

Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi Sulut semakin baik dan terus berkembang. “Sehingga PLN pun akan terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah menyediakan listrik yang cukup,” katanya. Dia pun mengakui saat ini memang masih sering terjadi pemadaman, namun sesuai data pembangkit, listrik di Sulut surplus 40 hingga 50 MW.  “Semoga ke depannya dengan penambahan pembangkit listrik tersebut kebutuhan listrik di Sulut bisa terpenuhi, dan daerah-daerah terpencil yang masih kekurangan listrik akan segera teraliri,” harap Sipahutar.

Rencana penambahan pasokan listrik dari PLN ini menuai apresiasi dari pengamat ekonomi. Karena, dengan stabilnya pasokan listrik di suatu daerah maka akan mendorong investasi. Ujung-ujungnya perputaran ekonomi semakin bergeliat. “Karena saat ini banyak perusahaan atau ritel-ritel besar di Sulut yang terus bermunculan. Kalau tidak ada listrik, maka usaha tersebut tidak akan berjalan dengan baik,” kata pengamat eknomi, Ventje Ilat.

Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini berharap, PLN konsisten menjaga kondisi listrik di Sulut. “Kita berharap dengan adanya penambahan listrik maka ketersediaan di Sulut bisa terpenuhi dan bisa terus menggerakan roda perekonomian di Sulut,” pungkas Ilat. (tr-01/fgn)

Kirim Komentar