17 Apr 2018 09:41
Mengunjungi Liang Tembo `Gua Kepala` di Sitaro

Keramat, Dihiasi 12 Tengkorak Manusia

MyPassion

Liang Tembo atau Gua Kepala di Dusun Tanganga Lindongan I Desa Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, salah satu tempat yang dikeramatkan di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Konon lokasi ini awal kisah kepahlawanan 12 bersaudara yang bertarung melawan Mangindano, bajak laut asal Filipina.

 

Laporan, Don Papuling

BUTUH sekira 35 menit perjalanan darat menggunakan sepeda motor dari Pelabuhan Ulu, Kecamatan Siau Timur untuk mencapai Dusun Tanganga Lindongan I, Desa Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan. Dalam perjalanan tersebut, wartawan Koran ini ditemani seorang pemandu asal Sitaro, Dominik Derek. Dia perintis paket perjalanan darat di Sitaro.

Setiba di Tanaki, Dom sapaan akrabnya yang saat itu membawa turis asal Jerman Heiko Michael, berbicara pada salah satu warga lokal, Jokman Harani yang akan memandu dalam perjalanan menuju Liang Tembo.

Tak lama kemudian, kami bertolak menuju rumah Monika Misa. Dia keturunan penjaga Liang Tembo dan mempunyai darah keturunan dari 12 bersaudara tersebut. "Sore tante," ujar Jokman yang saat itu langsung memasuki pintu, yang kemudian dibalas Monika Misa dengan menyuruh masuk kami berempat. 

Usai bersalaman, Jokman menuturkan keinginan untuk meminta izin masuk ke gua. "Permisi tante, kami membawa bule bersama satu wartawan. Mereka ingin masuk ke dalam Liang Tembo, kalau diizinkan kita akan masuk sekarang," ujar Jokman.

Monika Misa langsung memandang dengan mata tajam dan serius ke arah kami. Ia lalu menjelaskan larangan yang tidak bisa dilakukan saat memasuki gua. "Kalau kalian ingin masuk, ada peraturan yang wajib diikuti. Pertama saat di dalam gua, tidak bisa buang ludah. Karena di situ tempat keramat yang menjadi peristirahatan Yupung (nenek moyang, red) kami. Kedua harus turut didampingi orang yang tahu bahasa daerah untuk meminta izin sebelum memasuki gua. Ketiga orang yang memiliki ilmu hitam maupun memiliki niat mengetes ilmu, dilarang keras memasuki gua demi keselamatan yang bersangkutan," tegasnya, masih dengan mimik mengamati wajah kami.

Karena penasaran, kami pun bertanya, mengenai asal usul Liang Tembo. Dengan perlahan Monika selaku juru kunci mulai bercerita. "Ini merupakan kisah yang sudah turun temurun, diceritakan dari kakek hingga ke anak-anak saya. Jadi dalam gua ini, ada 12 tengkorak manusia yang dipercaya merupakan nenek moyang dan pahlawan pembela desa kami dalam menumpas Mangindano, bajak laut dari Filipina yang saat itu sering masuk dan menjarah desa kami," ucapnya.

Dari 12 orang tersebut lanjutnya, ada enam tokoh yang dikenal yakni Bahagia, Baharia, Takasenggehang, Takaapide, Takaliwang (Takariwang) serta Dorong Dasi. Keenam orang ini dikatakan merupakan orang sakti. Namun Dorong Dasi konon merupakan tokoh perempuan satu-satunya yang memiliki kesaktian serta keberanian paling menonjol di antara yang lainnya.

“Berawal dari gempuran Mangindano tanpa henti, mereka terpaksa harus melakukan perlawanan dengan membantai seluruh armada yang datang. Hingga suatu hari saat usia senja, berjanji kalau jika mati, mereka harus ditaruh di satu tempat yang sama. Yakni Liang Tembo yang merupakan tempat mereka berkumpul," bebernya.

12
Kirim Komentar