16 Apr 2018 15:46

Penumpang Transportasi Laut Merosot

MyPassion

MANADO—Jumlah penumpang transportasi laut menurun. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat, selama Februari total penumpang  yang datang atau debarkasi melalui transportasi laut sebanyak 37.785.  Sedangkan penumpang yang berangkat atau embarkasi hanya 36.356. Realisasi ini turun 31,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya (lihat grafis, red).

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan Jusuf Ichsan membenarkan hal tersebut. Menurtnya, memang pada Februari jumlah penumpang mengalami penurunan yang cukup besar. Hal tersebut menurutnya disebabkan karena tidak ada hari libur yang panjang. “Januari mengalami peningkatan karena banyak orang yang pulang kampung ataupun balik dari kampung. Pasca perayaan Natal dan tahun baru. Jadi jumlah penumpang cukup banyak. Kalau Februari jarang ada libur,” katanya.

Dirinya tak memungkiri dibandingkan tahun sebelumnya jumlah penumpang kapal laut memang terus mengalami penurunan. Namun, dia menekankan penurunan penumpang bukan disebabkan oleh kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kapal laut. “Kepercayaan yang menurun bukan alasan utamanya. Tapi saat ini angkutan udara terus berkembang dengan pesat. Sehingga banyak orang yang memang sudah memilih pesawat dibandingkan kapal laut karena alasan waktu,” katanya.

Di sisi lain, pengamat transportasi Sulut, Samuel Rompis menilai menurunya presentase penumpang transportasi laut tersebut bukan hanya disebabkan keberadaan angkutan udara. Namun juga  ada faktor lain. “Kenyaman menjadi faktor utama yang dibutuhkan oleh para penumpang. Karena saat ini harga yang murah sudah menjadi pilihan ke dua,” sebut Rompis.

Dia membandingkan, antara pesawat dan kapal laut memiliki perbedaan. Bukan hanya dari segi waktu tapi juga pelayanan yang diberikan. “Kapal laut memang harganya lebih murah dibandingkan pesawat, tapi pelayanan yang diberikan pun tidak maksimal. Artinya pihak kapal laut jangan berprinsip yang penting sampai dengan selamat. Tapi kebersihan kapal, dan suasana yang kapal yang tetap kondusif harus terus dijaga, agar penumpang betah berada di dalam kapal laut,” dia menekankan.

Karena, lanjut dia, perjalanan menggunakan kapal itu membutuhkan waktu yang lama dibandingkan pesawat, jika suasana  di atas kapal tidak nyaman, maka penumpang akan jenuh. Dia pun mengakui masing-masing transportasi memiliki keunggulan sendiri.

“Kapal laut murah, dan bisa menampung banyak barang. Tapi perlu adanya terobosan baru dari pihak manajemen kapal terkait dengan pelayanan sehingga banyak masyarakat yang lebih memilih kapal laut dibandingkan angkutan lainnya. Karena zaman terus berubah, jika hanya mengandalkan murah, pasti lama-kelamaan akan tergeser oleh angkutan udara dan transportasi lainnya,” tutupnya. (tr-01/fgn)

Kirim Komentar