16 Apr 2018 16:18
Kumtua Ditegaskan Harus Netral

Jangan Ada Lagi Kasus Pelanggaran Pilkada

MyPassion

MINAHASA—Kasus  pelanggaran UU  pilkada yang menjerat salah satu Hukum Tua (Kumtua)  di Minahasa diharapkan menjadi yang pertama dan terakhir. Olehnya kumtua  dari 227 desa harus menjaga netralitas dalam menghadapi pilkada yang akan berlangsung 27 Juni mendatang.

Asisten Bidang Pemerintahan Denny  Mangala  kembali memegaskan untuk perangkat desa maupun kumtua  agar jangan terjerumus politik praktis. “Terkait kasus yang menjerat salah satu oknum kumtua  di Minahasa kita serahkan melalui proses hukum. Kami sebagai pemerintah kabupaten menghormati jalannya proses hukum yang sedang berlangsung,” ucap Mangala. 

Dia pun menekankan kembali, kejadian ini menjadi bahan pembelajaran baik bagi perangkat desa, kumtua  maupun ASN.  Agar jangan ikut dalam dinamika politik praktis. “Jangan ikut berpolitik. Kan sudah ada aturan dan undang-undang, di  mana dijelaskan batasan-batasan  yang dimiliki kumtua.  Salah satunya berfoto dengan pasangan calon agar jangan ada unsur kampanye dan jangan foto selfie,” ucapnya.  Intinya,  dia mengingatkan, netralitas dari perangkat desa dan kumtua  harus benar-benar dijaga. “Jangan sampai terulang lagi, kasus ini diharapkan jadi yang terakhir,” pungkas Mangala.

Terpisah, anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)  Kabupaten Minahasa Donny  Rumagit  mengakui, kasus pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh salah satu oknum kumtua  ini adalah yang pertama di  Sulut. Olehnya, Rumagit  menyatakan jika pihaknya terus mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN),  perangkat desa dan kumtua  untuk menjaga sikap netralitas selama pilkada berlangsung. “Kami tidak akan main-main jika menemui ada pelanggaran atau adanya laporan masyarakat karena hal ini adalah sebuah pelajaran dalam penegakan hukum pada pilkada Minahasa,” pungkasnya.  (ctr-02/fgn) 

Kirim Komentar