16 Apr 2018 13:03
JWS Cs ke DPR-RI

Eks Kepala Daerah Berebut Kursi Legislatif

MyPassion

MANADO—Setelah mengecap kekuasaan di kursi eksekutif, sejumlah eks kepala daerah (kada) ancang-ancang bertarung di pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Di antara nama-nama ini, ada sudah lebih dulu terjun jadi legislator. Yakni mantan Gubernur Sulut EE Mangindaan (DPR-RI), mantan Bupati Minahasa Stefanus Vreeke Runtu (DPRD Sulut), dan mantan Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit (DPRD Kotamobagu).

 

Kemudian ada yang baru akan merasakan sengitnya pertarungan. Seperti Winsulangi Salindeho, Jantje Wowiling Sajow (JWS), dan HR Makagansa. Di samping itu, ada juga kada masih aktif sebagai bupati. Toni Supit yang adalah Bupati Sitaro dan Bupati Bolmong Selatan Herson Mayulu. Figur-figur populer ini datang dari partai politik (parpol) besar. PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Demokrat.

Bagaimana pengamat politik melihat peluang para eks kada di perebutan kursi legislatif? Akademisi Fispol Unsrat Dr Johny Lengkong mengatakan, mantan kada ini sudah punya nama di masyarakat. Itu menjadi modal penting mereka. “Soal sosialisasi, mereka mungkin akan lebih mudah. Karena sudah lebih dulu dikenal masyarakat,” sebut dosen Ilmu Politik ini. Di samping itu, faktor lain yang membuat para eks kada unggul adalah kepercayaan masyarakat. “Tingkat kepercayaan masyarakat mengikuti. Meski sudah beberapa periode berhenti, tapi massa militan di daerah saya yakin masih ada," sebutnya.

Jika percaya diri, kata Lengkong, para esk kada seharusnya sudah berada di level perebutan kursi DPR-RI. Dia mencontohkan EE Mangindaan yang sukses beberapa periode duduk di DPR-RI pasca dia menuntaskan tugasnya sebagai gubernur. “Karena beliau memang figur yang sudah dikenal masyarakat Sulut. Tak heran berani mengajukan diri di jajaran calon DPR-RI. Bahkan sudah beberapa periode terus terpilih,” sebutnya.

Jejak Mangindaan, lanjutnya, bukan tidak mungkin bisa diikuti eks kada lain. “Asal track record dan imej bersangkutan selama menjabat positif di mata rakyat. Artinya, masyarakat yang dia pimpin benar-benar merasakan program-programnya sementara menjabat,” sebut Lengkong. Namun, lanjutnya jika ada eks kada lain sama-sama bertarung meraih kursi utama DPRD, maka suara akan pecah dan peluang akan sedikit tertutup.

"Jadi ini juga menjadi fenomena. Bertarung di DPRD lebih bergengsi dibandingkan DPR-RI. Persaingan akan lebih banyak di DPRD. Lihat saja para figur baru menantang kada di DPRD. Sedangkan DPR-RI jarang figur baru mencoba," ucapnya.

Kirim Komentar