16 Apr 2018 17:11

Bentuk Suasana LPKA Ramah Anak, Tjahja: Boleh Masuk Tinggal Jangan

MyPassion
Kalapas Tjahja Rediantana

MANADOPOSTONLINE.COM - Mengubah pandangan orang terhadap garangnya sebutan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memang bukan hal yang mudah. Mengingat tempat ini menjadi sarana pergumulan bagi mereka yang telah melajukan bermacam-macam tindakan kriminal.

Di Kota Tomohon, memiliki Lembaga Khusus Pembinaan Anak (LPKA) satu-satunya di Sulut. Dimana para pelaku kriminal berusia 18 tahun ke bawah.

Namanya saja Lapas anak, saat ini menampung para Anak Didikan Pemasyarakatan (Andikpas) dari seantero Nyiur Melambai. Meski pelaku kejahatan, namun tidak bedanya mereka dengan anak-anak yang hidup bebas di rumah, terlebih soal mendapatkan hak. Seperti pendidikan, kesehatan, dan pendampingan menuntun para andikpas menemukan jati diri mereka.

Sentuhan fasilitas dimaksimalkan menuju LPKA ramah anak. Mulai dari taman asri, lapangan bermain, dan sarana belajar berusaha dipenuhi.

Kalapas Tjahja Rediantana menuturkan yang terpenting mereka bisa diajarkan disiplin di sini. "Sengaja ditata sedemikian rupa, sehingga berupaya menampilkan namanya saja yang garang tapi di dalamnya sebenarnya ramah bagi anak-anak," jelas Tjahja.

Terlebih menopang langkah menuju LPKA ramah anak, sumber daya manusia juga perlu diperhatikan mengingat mereka yang ada di sini anak-anak yang memerlukan perhatian khusus.

"Harapan kami bagi mereka yang sedang berada di sini sekarang untuk ke depan tidak kembali lagi. Mungkin kalau untuk sekadar masuk bisa tapi kalau untuk tinggal jangan," harapnya diiringi candaan.

Selasa (17/4) esok, grup band ABI akan melaunching album perdananya. Sembilan lagu karya Andikpas akan dipamerkan. (wam)

Kirim Komentar