16 Apr 2018 15:35

44 Perusahaan Fintech Pinjaman Terdaftar di OJK

MyPassion

MANADO—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeber, sudah 44 perusahan financial technology (fintech) dengan skema bisnis pinjaman (peer to peer/P2P lending) yang telah terdaftar hingga April.  Sementara, di Sulut sendiri OJK mengungkapkan, belum ada perusahaan fintech yang berpusat di Sulut. “Kita sudah mengeluarkan aturan mengenai pengawasan fintech. Namun data OJK belum mencatat ada perusahaan Fintech yang beroperasi di Sulut,” ujar Kepala OJK wilayah Sulutgomalut Elyanus Pongsoda.

 

Dia pun membeber, plafon batas pemberian pinjaman oleh fintech hanya sampai Rp 2 miliar. Karenanya, perbankan diminta tak usah khawatir dengan keberadaan finctech.  “Tidak perlu khawatir, karena fintech merupakan sistem pembayaran berbasis online yang berbeda dengan perbankan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Bagian pengawasan Pasar Modal, IKNB dan Perlindungan Konsumen OJK Sulutgomalut Ahmad Husain menjelaskan, keberadaan Fintech tidak akan mengancam perbankan. “Karena antara bank dan fintech berbeda dalam mendapatkan nasabah atau debitur. Bank tentunya menjadi lembaga intermediasi dimana melakukan pembiayaan kepada debitur middle-high karena rata-rata yang menjadi debitur atau nasabah adalah masyarakat atau UMKM yang layak usaha dan bankable,” katanya.

Sementara fintech, lanjut Husain, adalah perusahaan platform peer to peer lending yang mengambil peran pembiayaan yang tidak diambil oleh bank. “Karena UMKM tersebut tidak bankable walau usahanya layak,” jelasnya.

Dirinya pun mengimbau kepada perbankan untuk bisa mendukung keberadaan fintech. “Kalau melihat perannya saat ini seharusnya Fintech dan perbankan harus berkolaborasi. Karena dalam operasional kegiatan usaha fintech membutuhkan perbankan sebagai escrow account dan virtual account,” tutupnya.

Sebelumnya, Deputi Komisioner OJK Institute Sukarela Batunanggar menyebutkan jumlah tersebut meningkat dari posisi Januari 2018. Di mana baru 36 fintech P2P lending yang terdaftar kala itu. “Berdasarkan statistik per 10 April tercatat 44 fintech telah terdaftar, terdiri dari 43 fintech P2P konvensional dan satu fintech P2P syariah,” ujarnya dilansir CNNIndonesia.com.

Menurut Sukarela, jumlah fintech P2P Lending sekitar 120 perusahaan. Artinya, masih ada sekitar 76 perusahaan yang belum terdaftar. Namun, ia bilang beberapa di antaranya tengah mengajukan pendaftaran dan telah menyatakan berminat mendaftar.

Di sisi lain, dari sisi jumlah pinjaman, Sukarela mencatat bahwa pinjaman dari fintech P2P lending meningkat sekitar 38,23 persen menjadi Rp 3,54 triliun per April 2018 dari posisi Desember 2017. (tr-05/fgn)

Kirim Komentar