14 Apr 2018 10:39

Bank Wakaf Tunggu Ijin Presiden

MyPassion
SOSIASLISASI: Kepala OJK Sulutgomalut Elyanus Pongsoda (tengah) didampingi ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan (Batik Merah) saat memberikan sosialisasi bank wakaf di depan pengurus 26 pesantren, Jumat (13/4).(Dok OJK)

MANADOLembaga keuangan mikro syariah berbasis pesantren sudah dan sementara disosialisasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Termasuk syarat pendirian, potensi di Sulut dan lainnya. Kepala OJK Sulutgomalut Elyanus Pongsoda kemarin mengadakan pertemuan dengan 26 pondok pesantren di Sulut guna mensosialisasikan hal tersebut. “Ini kami sosialisasikan, bahwa ada potensi dikembangkan dalam hal ini Bank Wakaf,” katanya.

Program ini akan memberikan kredit kepada pesantren maupun masyarakat dengan bunga 2,5 sampai 3 persen. “Itu maksimalnya Rp 5 juta rupiah perorang, dengan maksimal angsuran kredit selama setahun,” ucapnya. Bank Wakaf menurutnya bukanlah seperti bank umum namun ia berbasis koperasi lembaga keuangan mikro (LKM). “Ketika ia menjalankan kredit, dijalankan dahulu assessment terhadap kreditur,” jelasnya.

Dia menambahkan, secara nasional ada target tahun ini diadakan 50 bank wakaf yang hingga saat ini baru 20 yang di adakan. “Kami berharap salah satunya bisa ada di Sulut, untuk itu kami sosialisasikan hal ini,” katanya.

Sementara, Ketua Badan Amal dan Zakat Nasional cabang Sulut Abid Takalamingan mengatakan  target dengan bunga rendah juga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kami sangat berharap bank wakaf bisa hadir di Sulut untuk membantu kebutuhan pesantren. “Terakhir bank wakaf di resmikan presiden di Banten, kami harap kedepannya bisa disini, untuk mendapatkan itu memang harus ada ijin dari presiden,” singkatnya.(tr-05/fgn)

Kirim Komentar