14 Apr 2018 10:10

Panglima TNI Jamin Perkuat Fasilitas Militer Miangas

MyPassion
PERKUAT PERBATASAN: Panglima TNI Hadi Tjahjanto bersama rombongan dan unsur forkopimda Sulawesi Utara, ketika berkunjung ke wilayah terluar, Pulau Miangas, di Kabupaten Talaud, Jumat (13/4) kemarin.(Fikantri Kaesang/MP)

TALAUD—Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Jumat (13/4), melanjutkan perjalanan ke wilayah terluar di Sulawesi Utara, Pulau Miangas, di Kabupaten Talaud.

 

Panglima bersama KASAD Jenderal TNI Mulyono, Asops Kapolri Irjen Pol Dede Juhara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Madsuni, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, Danlantamal VIII Laksma TNI Ahmadi Purwono, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Robert Giri, Danlanudsri Manado Kolonel Nav Insan Nanjaya, tepat pukul 9.30 Wita mendarat di Bandara Miangas menggunakan pesawat TNI AU.

Rombongan ditunggu Plt Bupati Talaud Petrus Tuange, Dandim 1312/Talaud Letkol Arm Gregorius Setiawan, Dirpolair Polda Sulut Kombes Pol Gieuseppe Gultom dan Kapolres Talaud AKBP Deny Situmorang. Kedatangan Panglima TNI bersama rombongan pun disambut secara adat oleh petua adat Desa Miangas. Tidak ketinggalan tarian adat juga disajikan.

Dari bandara, rombongan langsung menuju Pos Angkatan Darat (Pos AD). Di sana, Panglima TNI meninjau langsung kondisi Pos AD, baik dari gedung, perlengkapan dan prajurit. Dalam pertemuan tersebut, Panglima audiensi dengan prajurit terkait pengamanan pulau terluar. Panglima juga sempat mengunjungi Pos TNI AL. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke pendopo kecamatan untuk tatap muka dengan tokoh adat, agama dan masyarakat. Di pendopo, Panglima disambut siswa-siswi SD, SMP dan SMK. Panglima pun bercengkerama dengan para siswa-siswi dan guru, sambil menanyakan beberapa hal terkait aktivitas pendidikan di pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Filipina. Pertemuan di pendopo, juga dihadiri ratusan masyarakat.

Menurut Panglima TNI Hadi Tjahjanto, tujuan kedatangan di beranda depan NKRI ini, guna meninjau langsung kondisi Pulau Miangas. Terkait pertahanan dan pengamanan. “Sekarang saya dengar lagi musim ikan tuna. Saya telah perintahkan KRI untuk sementara standby di sini, guna memberikan rasa aman bagi nelayan yang hendak melaut,” ujarnya panglima yang mengaku pernah tugas di Sulut.

Berkaitan dengan Pilkada, katanya TNI sudah mempersiapkan kapal untuk mengangkut kotak suara. Unsur TNI-Polri menurutnya mendukung apa yang menjadi skala prioritas daerah. TNI-Polri akan memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Buktinya sudah ada Pos AD, Pos AL, dan kantor lainnya di Miangas,” katanya.

Untuk pemberdayaan SDM, Panglima TNI mempersilahkan pemuda-pemudi Miangas untuk ikut seleksi TNI-Polri. Marsekal Hadi juga mengapresiasi prajurit TNI yang bertugas di perbatasan ini. Ia mengatakan, kebanyakan prajurit yang bertugas di Miangas adalah putra daerah. “Saya melihat mereka senang bertugas di sini. Rata-rata prajurit putra daerah dan kesejahteraan mereka sudah didapat. Ke depan mudah-mudahan ada tunjangan untuk mereka. Doakan saja,” ujarnya saat diwawancarai terpisah oleh sejumlah awak media.

Tjahjanto juga mengatakan, kedatangan di Miagas, untuk mencari tahu permasalahan-permasalahan yang terjadi, seperti masuknya barang-barang terlarang melalui Miangas. “Banyak permasalahan yang kita temukan. Untuk pengamanannya, fasilitas akan kami tingkatkan. Walau Pos AD masih kurang memadai, namun Pos AL sudah cukup bagus. Kita sudah kunjungi Koramil, Polsek dan perwakilan bea cukai di sini. Koordinasi semuanya baik,” ucapnya.

Prajurit di perbatasan bukan tanpa hambatan. Ia mengakuinya.  Yakni kurangnya dukungan alat komunikasi. “Diperlukan sarana bagi mereka, apabila akan berkoordinasi antar wilayah. Untuk dukungan logistik, sudah lancar karena sudah ada tol laut dan bandara yang memberikan akses bagi masyarakat. Satgas di sini ada dari angkatan darat, kemudian ada juga pamtas yang didukung KRI,” ungkap Panglima.

Kehadiran KRI di Talaud khususnya di Miangas, diakuinya juga sangat dibutuhkan masyarakat. “KRI akan memberi rasa aman kepada masyarakat. Masyarakat menjadi terjaga baik dalam aktivitas di darat maupun sedang melaut. Terkait isu sara, tentunya akan kita serahkan pada kepolisian. Kita sifatnya melaporkan,” tandas Panglima TNI.

Sebelumnya, Plt Bupati Tuange sempat memaparkan permasalahan yang masih dialami daerah ini. Dia juga menginfokan, daerah ini memiliki 17 pulau. Tujuh berpenghuni dan 10 tidak. “Luas wilayah Talaud 97 persen lautan, tiga persen daratan. Khusus Miangas, dihuni 986 jiwa. Luas pulau hanya 2,29 km2. Walau pulau kecil, pembangunan di Miangas terbilang maju ketimbang pulau lainnya,” tandas Tuange. Namun masih ada beberapa hal yang masih butuh perhatian. “Seperti kelangkaan BBM dan lainnya. Listrik juga menjadi masalah utama di beberapa pulau,” pungkasnya.(fik/gnr)

Kirim Komentar