14 Apr 2018 10:25
Terindikasi Bocor, Soal UNBK Beredar di Aplikasi Line

Kemendikbud Sengaja Bikin Soal Sulit

MyPassion
Muhadjir Effendy

JAKARTA – Keluh kesah siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap sulitnya soal-soal Ujian Nasional (Unas) tengah viral di sosial media. Selain itu banyak beredar foto soal ujian yang di-share peserta ujian di aplikasi percakapan Line. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pun akhirnya angkat bicara.

Muhadjir mengatakan, pihaknya sengaja menaikkan tingkat kesulitan soal. Cara itu ditempuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dalam UN tahun ini, soal yang dibuat sudah disesuaikan dengan standar internasional HOTS (higher order thinking skill) untuk tiga pelajaran. Yakni Matematika, Literasi, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “Sekitar 20 persen soal sudah kita terapkan dengan HOTS,” ujarnya di Kantor Istana Wakil Presiden, Jakarta, kemarin (13/4).

Muhadjir menambahkan, sistem HOTS didedsain untuk mendorong siswa memiliki kemampuan berpikir kritis. Selain berfikir kritis, ada empat kompetensi lain yang disasar. Mulai dari kreatif dan inovatif, memiliki kemampuan berkomunikasi, bisa bekerjasama di dalam tim, serta membangkitkan kepercayaan diri.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu beralasan, Indonesia harus mengejar ketertinggalan. Jika merujuk survei Programme for International Student Assessment (PISA), peringkat Indonesia masih rendah. PISA sendiri merupakan sistem ujian dari Organisation for Economic Cooperation and Development (OCD) untuk mengevaluasi sistem pendidikan dari 72 negara.

“Ketika PISA rendah, kami disalahkan. Tapi ketika kami menaikkan standar membuat siswa sulit, kami juga salah. Tapi saya rasa, kita terus mendorong anak-anak kita semakin berkualitas,” imbuhnya.

Terkait soal tidak sesuai Kisi-kisi yang diajarkan, Muhadjir membantahnya. Dia menegaskan, kisi-kisi sudah diturunkan ke daerah jauh-jauh hari sebelum UN untuk dimatangkan oleh guru-guru di sekolah.

Lantas, di mana persoalannya? Pria kelahiran Madiun itu memprediksi sangat beragam. Mulai dari kemampuan guru dalam mentransformasikan kisi ke murid, hingga daya tangkap siswa itu sendiri. Apalagi, diakuinya, kualitas pendidikan di Indonesia belum merata. Imbasnya, di daerah tertentu, bisa saja soal tersebut dirasa sangat sulit.

“Saya minta maaf kalau ada kalangan yang mengalami kesulitan. Akan kita benahi. Tapi UN, kita memang harus makin sulit untuk mengejar ketertinggalan,” terang dia.

Muhadjir berjanji akan melakukan evaluasi. Salah satu upaya yang akan dilakukan ke depannya adalah memaksimalkan keberadaan guru di sekolah melalui kewajiban mengajar delapan jam. Dengan demikian, siswa bisa mendapat jam tambahan untuk dilakukan pendalaman.

Unas SMA yang dilaksanakan minggu ini pun juga diindasi bocor melalui aplikasi Line Academy dan Line Square. Informasi beredarnya foto soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di aplikasi chat itu beredar di media sosial. Akun instagram resmi milik Kemendikbud menjelaskan saat ini sedang melakukan investagasi pengaduan beredarnya soal ujian tersebut. Investigasi dilakukan bersama tim dari Itjen Kemendikbud.

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan dirinya tidak percaya dengan dugaan tersebut. Dia yakin jika tidak ada soal yang bisa bocor ke luar. ”Tetapi kalau memang ada beberapa indikasi yang kuat ke arah itu, pasti akan saya minta dikejar pelakunya sampai ke ujung dunia,” ungkapnya.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemdibud Muhamad Abduh, juga belum mendapatkan laporan mengenai kebocoran soal tersebut. ”Kami sedang meminta BKLM (Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Red) untuk memetakannya,” katanya kemarin. 

Mengenai soal yang sulit, Abduh menjelaskan jika soal yang diujikan sudah sesuai dengan kisi-kisi yang sudah ditetapkan. Dia pun tidak menampik ada kemungkinan perbedaan perpektif dengan siswa yang mengerjakan. Bisa dimungkinkan siswa merasa soal UN tersebut sulit dikerjakan.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, terkait laporan adanya foto soal ujian yang beredar di aplikasi Line, akan mereka tindaklanjuti. Dari foto yang beredar, jelas berasal dari siswa peserta ujian yang memotrenya langsung dari layar monitor UNBK. Soal itu kemudian disebar di grup Line dengan harapan ada yang bantu menjawabnya.

Bambang menegaskan bahwa membawa HP di dalam ruang ujian, apalagi sampai digunakan saat ujian berlangsung, adalah bentuk pelanggaran SOP. Dia mengatakan di dalam SOP Unas sudah diatur sanksi untuk peserta ujian maupun pengawas jika ada pelanggaran terkait membawa HP ke dalam ruang ujian. ’’Pihak Itjen Kemendikbud akan menindaklanjuti pelanggaran sepanjang ada bukti kuat,’’ tuturnya.

Dewan Pengawas Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) sekaligus komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan jika benar terjadi peredaran foto soal ujian di aplikasi percakapan Line, berarti telah terjadi unsur pembocoran rahasia negara. Dia meyayangkan beredarnya soal itu. Retno mengatakan peredaran soal itu terjadi karena SOP Unas, khususnya soal handphone peserta ujian, tidak berjalan dengan baik.(tan)

Kirim Komentar