14 Apr 2018 10:32
Periode Bulan Maret

Salurkan 1,9 Juta Tabung Melon

MyPassion
HARUS TEPAT SASARAN: Penyaluran elpiji yang mencapai 1,9 juta tabung bulan Maret diharapkan tepat sasaran.(Foggen Bolung/MP)

MANADO—Khusus bulan Maret, Pertamina sudah menyalurkan sebanyak 1,9 juta tabung elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg). Sedangkan untuk tabung non subsidi bright gas, sudah tersalur sebanyak 32 ribu. Angka yang sangat kontras ini menunjukan tungkat penggunaan tabung elpiji bersubsidi di Sulut masih tinggi. Pengamat ekonomi Sulut Vetje Illat menganggap penyaluran elpiji melon yang masih jauh di atas bright gas menunjukan banyak masyarakat Sulut masih membeli tabung melon. “Masyarakat Sulut itu sudah banyak yang dikategorikan mampu. Semestinya mereka diwajibkan membeli tabung gas yang non subsidi dibandingkan yang bersubsdi. Karena yang bersubsidi tersebut hanya untuk masyarakat yang kurang mampu,” tegas Illat.

 

Dosen Magister Akuntasi Unsrat ini meyakini, 1,9 juta tabung gas bersubsidi yang disalurkan Pertamina tidak semuanya dinimkmati oleh masyarakat kurang mampu. “Masyarakat kategori mampu pasti tetap membeli tabung gas yang subsidi. Karena alasan harga yang murah. Seharusnya pemerintah dan Pertamina harus membuat regulasi yang jelas, agar pembagian tabung gas bisa tepat sasaran. Baik yang subsidi maupun yang non subsidi,” pinta Illat.

Karena, lanjut dia, percuma saja program pemerintah yang terus meluncurkan tabung gas yang non subsidi, tapi tetap saja masyarakat lebih senang membeli yang bersubsidi. Dari segi ekonomi itu merupakan pemborosan atau inefisien anggaran.  “Sejauh ini masih belum tepat sasaran. Kenyataan yang sering ditemui dilapangan pun demikian. Semoga kedepannya penyaluran elpiji akan benar-benar diseriusi oleh pemerintah dan juga pihak pertamina. Jangan hanya terus menyalurkan tapi tidak mengetahui apakah penyaluran tersebut sudah tepat sasaran atau belum. Bahkan kalau perlu menggunakan kartu seperti KIS dan KIP,” ujarnya kritis.

Di sisi lain, PT Pertamina Wilayah Sulut dan Gorontalo melalui Sales Manager Retail Elpiji Parrama Ramadhan Amjaya mengatakan, realisasi penyaluran tabung gas yang non subsidi tersebut terus mengalami peningkatan. Jika dua bulan sebelumnya hanya sebanyak 20 ribu, Maret lalu mengalami peningkatan signifikan. “Realisasi ini cukup banyak. Kami sangat bersyukur karena sudah banyak masyarakat Sulut yang senang menggunakan tabung gas yang non subsidi seperti bright gas,” jelasnya.

Dirinya tak memungkiri jika selama ini permintaan elpiji bersubsidi memang masih banyak. Tapi menurutnya hal itu sangat wajar, karena saat ini sudah banyak masyarakat yang menggunakan gas. “Baik untuk usaha rumah makan, ataupun untuk kebutuhan di rumah. Sehingga permintaan elpiji yang bersubsidi semakin banyak. Semoga saja April ini realisasi penyaluran elpiji yang non subsidi akan semakin banyak,” tutupnya. (fgn)

Kirim Komentar