13 Apr 2018 11:51

Ternyata Ini Penyebab Perkelahian Siswi yang Viral di Medsos

MyPassion
JANGAN DITIRU: Siswi yang berkelahi didamaikan. Mereka menuliskan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi, dipandu salah satu guru di SMK Negeri 6 Manado. (Marchella Makasili/MP)

MANADO – Perkelahian dua siswi kelas 11 SMK Negeri 2 Manado dan SMK Negeri 6 Manado viral melalui video di media sosial (Medsos) Facebook.

 

Dari informasi di Manado Post, dua siswi berkelahi hanya karena perang mulut dan diaduh domba oleh temannya. AP siswi SMK Negeri 6 Manado dan RM siswi SMK Negeri 2 Manado berkelahi di Kompleks Gunung Kelurahan Bumi Nyiur. Perkelahian tersebut sengaja diseting untuk dibuat video dan diupload di medsos. “Saya hanya suka menguploadnya. Tidak kepikiran sampai viral seperti ini,” ungkap AP dengan polos. 

Melihat video yang viral di Medsos, Kepala SMK Negeri 2 Manado Robyn Kolowai MPd, langsung mengambil tindakan dengan menjemput siswinya di rumah dan membawahnya ke sekolah. “Istri saya yang melihat video tersebut dan melaporkan kepada saya. Hingga kami langsung ke rumah siswi tersebut dan membawahnya ke sekolah,” ceritanya.

Tujuannya kata Kolowai ingin mempertemukan kedua siswi tersebut dan mencari tahu duduk permasalahannya seperti apa dan kenapa sampai viral di Facebook. “Dengan tegas kami mendamaikan mereka berdua. Dan meminta menulis surat pernyataan agar tidak melakukan hal yang sama. Agar siswa-siswi yang lain tidak mencontohkan hal memalukan seperti itu,” tukasnya.

Untuk sanksi dikatakannya, akan menarik siswinya dari tempat prakerin dan akan dibina. “Nantinya kami akan membinanya di sekolah,” tegasnya.

Sementara Kepala SMK Negeri 6 Manado Drs Vicky JR Umboh, mengungkapkan penyesalan dengan apa yang terjadi pada siswinya. “Jangan sampai hal ini terjadi lagi pada mereka. Atau pun pada siswa-siswi yang lain. Ini yang terakhir saja,” pintanya. “Sanksi untuk AP saat ini diperdamaikan dulu,” singkatnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut dr Liesje Grace Punuh MKes menegaskan, kepada seluruh siswa se Sulut agar tidak melakukan hal demikian. “Ini sangat memalukan. Apalagi dengan menggunakan seragam. Seakan dunia pendidikan itu tidak dididik dengan baik. Seakan nilai moral tidak pernah dididik kepada siswa-siswi,” jelas Punuh.“Melalui video tersebut yang sudah tersebar, dampaknya membuat nama baik sekolah menjadi tercoreng,” tambahnya.

Diharapkan kejadian seperti ini harus segera direlai atau diselesaikan. “Jika sudah mengatur damai itu lebih bagus. Supaya para siswa tidak ikut-ikutan menjadi musuh sekolah satu maupun yang lainnya dan menjadi berkepanjangan,” pungkasnya. (ela/ite)

Kirim Komentar