13 Apr 2018 10:12

PALAKAT! Hingga Oktober, Garuda Berhentikan Penerbangan Direct Manado-Denpasar

MyPassion
GANGGUAN OPERASIONAL: Garuda Indonesia memberhentikan sementara penerbangan langsung MDC-DPS dan mengalihkan ke penerbangan transit di Jakarta atau Makassar. Pembatalan akan diberlakukan hingga Oktober nanti. (Reza Mangantar/MP)

MANADO—Sejak pekan lalu, Garuda Indonesia tak lagi melayani penerbangan direct (langsung) dari Manado (MDC) menuju Denpasar (DPS). Penutupan penerbangan langsung menuju Pulau Dewata Bali ini akan berlaku hingga Oktober mendatang. Informasi ini dibenarkan oleh Manager Garuda Indonesia Area Manado Donald Jerry.

Dia menjelaskan, penutupan rute penerbangan tersebut disebabkan oleh adanya gangguan operasional.  “Iya benar, penerbangan langsung rute Manado-Denpasar memang sudah ditutup. Karena masih ada gangguan operasional. Hingga Oktober nanti Garuda belum menerima penerbangan langsung MDC-DPS,” beber Jerry saat dikonfirmasi tadi malam (12/4).

Dia  mengatakan, semua penumpang yang terlanjur memesan tiket penerbangan langsung akan tetap diakomodir. “Bagi yang sudah memiliki tiket akan tetap diberangkatkan. Namun akan transit di Jakarta atau Makassar,” beber Jerry. Dia pun berpesan, untuk warga Sulut yang ingin melancong ke Bali, Garuda masih tetap membuka penerbangan. Namun transit. “Semoga gangguan operasional ini akan segera selesai, dan penerbangan langsung akan dibuka kembali,” harap Jerry.

Sementara, pengamat pariwisata Sulut Prof Silvya Mandey menilai, walaupun kecil, ditutupnya penerbangan langsung ini akan berdampak pada perekonomian Sulut.  Menurutnya, penutupan rute direct MDC-DPS bisa menghambat pertumbuhan pariwisata di Sulut.  “Bali dan Manado memiliki hubungan yang sangat prospektif. Karena jalur penerbangan Bali-Manado, dan Manado–Bali saling melengkapi. Sehingga keberadaan penerbangan langsung tersebut harusnya bisa menambah jumlah wisatawan yang akan datang di Sulut,” tutur akademisi Unsrat ini.

Di sisi lain, Ekonom Sulut Dr Robert Winerungan tak terlalu mempermasalahkan penutupan penerbangan langsung ini. Menurutnya, kejadian ini kecil pengaruhnya bagi Sulut. “Mungkin berpengaruh, tapi kecil. Namun, kita semua berharap agar rute penerbangan ini akan dibuka kembali,” pungkas dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado (Unima) ini. (tr-01/fgn)

Kirim Komentar