10 Apr 2018 15:37

Kalah Gugatan di PTUN, Rhoma : Kita Laporkan Hakim ke Tuhan YME

MyPassion
Ketua umum Partai Idaman Rhoma Irama dalam sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta , Selasa (10/4) (Igman/JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menyatakan menolak seluruh gugatan Partai Idaman (Islam Damai Aman) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), terkait putusan yang menetapkan partainya tidak lolos administrasi. Pasalnya, gugatan partai besutan Rhoma Irama itu dinilai tidak jelas dan kabur.

Menanggapi gugatannya ditolak oleh PTUN, Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama mengatakan, pihaknya mengaku akan mengambil langkah selanjutnya setelah gugatannya ditolak. Namun bukan melalui langkah hukum, melainkan diadukan kepada Tuhan.

"Kami akan melapor kepada yang maha hakim dan adil yaitu Tuhan Yang Maha Esa!," kata Rhoma diiringi riuh simpatisan di Kantor PTUN DKI Jakarta, Selasa (10/4).

Rhoma berpendapat, saat ini pihaknya pun akan menghargai putusan yang telah diketuk oleh majelis hakim. Meski begitu, dirinya berdalih lembaga yang telah dinahkodai oleh Arief Budiman itu telah melakukan pembangkangan kepada konstitusi.

"Keputusan MK 53 itu tidak dilaksanakan oleh KPU yang mana parpol yang baru ataupun yang lama tidak diverifikasi kemudian ini tidak dipertimbangkan oleh PTUN ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rhoma menegaskan, dirinya pun mengajak seluruh simpatisan dan kader untuk tetap solid menjaga partai Idaman. Dirinya pun berdalih tengah membentuk aliansi taktis bersama parpol untuk mendukung pilkada di pilpres 2019.

"Di Pilpres nanti kami akan membentuk koalisi permanen yang sepandang dengan kami, sebagai partai yang berbadan hukum, kita tetap bisa menjadi pendukung di pilkada bahkan pilpres dan pileg nanti," pungkasnya.

Sebagai informasi, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menyatakan menolak seluruh gugatan Partai Idaman (Islam Damai Aman) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait putusan yang menetapkan partai tidak lolos administrasi.

Dalam persidangan itu, Ketua majelis hakim persidangan Arief Pratomo mengatakan, pihaknya menyatakan gugatan penggugat tidak jelas dan kabur. Sehingga permohonan yang diajukan partai besutan Rhoma Irama itu pun tidak dapat diteruskan.

"Dalam pokok sengketa, menolak gugatan tergugat secara seluruhnya dan menghukum tergugat dalam biaya perkara sebesar 965 ribu rupiah," kata Arief saat membacakan putusan perkara. (jpg/mpo)

Kirim Komentar