28 Mar 2018 17:25

Uskup Untu: Benny Adalah Seorang Teladan Yang Telah Meninggalkan Warisan Iman

MyPassion
Rasa haru menghantar almarhum Benny Tungka dalam misa pelepasan di gereja Katedral Manado. (Vanly/MP)

MISA pelepasan almarhum Benny Tungka di gereja 'Hati Tersuci Maria' Katedral Manado, Rabu (28/3) pagi tadi banjir air mata. Uskup Rolly Untu memimpin jalannya misa. Dalam khotbahnya, uskup Untu mengatakan almarhum adalah seorang teladan. 

Ia pun bercerita pertemuan terakhir bersama bos Mega Mas tersebut. "Terakhir bertemu beliau saat dirawat di rumah sakit Advent. Dari pertemuan itu ada kekuatan yang dipancarkan Benny. Dan ini dirasakan semua orang yang ada di sekitar Benny," katanya.

Lanjutnya, kekuatan itu berasal dari keluarga yakni orang tua. "Yang membina menjadi manusia yang berkualitas. Juga dari keluarga yang dibangun beliau. Dibangun dari dalam dasar cinta kasih. Itu juga yang diungkapkannya pada banyak orang," kenangnya.

Di mata uskup bernama lengkap Benedictus Estephanus Rolly Untu ini, almarhum Benny berhasil menjadi pribadi yang berguna bagi banyak orang.

"Ia (Benny Tungka, red) sangat peduli dengan orang lain. Rendah hati dan bersahaja. Ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Yang melihat buah-buah dari kepribadiannya yang baik, yang diakui oleh banyak orang yakni pribadi yang beriman dan takwa," ungkapnya di depan para pelayat.

Ia juga menuturkan almarhum Benny yakin mengikuti Yesus Kristus sebagai imam dan raja. "Benny banyak membawa sukacita, kabar hidup sebagai umat Kristen. Benny menunjukkan itu dengan rupa cara. Baik keluarga, umat dan masyarakat. Antara lain, dengan membagikan Rosario. Ini merupakan ambil bagiannya, dalam karya pengudusan. Pun mengikuti Yesus sebagai raja. Membimbing semua orang untuk mengenal Yesus," ungkapnya.

Menurutnya, inilah warisan besar yang ditinggalkan seorang Benny Tungka.

"Ini hanya bisa terjadi, karena Benny tidak tinggal diam. Tapi bergerak keluar sejauh mungkin, sampai pada umat di pinggiran. Ini warisan yang ditinggalkan untuk kita semua. Sekira 25 Maret pada hari kematian Benny Tungka, bertepatan dengan Minggu Palma. Pada hari pemakaman ini, bertepatan pula dengan janji pembaharuan iman (Kamis Putih). Mari kita mohon, semoga doa kita pada misa pelepasan ini, menjadi doa yang berakar dan benar. Untuk melepas perjalanan almarhum abadi dengan Tuhan," pesan Uskup Untu. (cw-01/mpo)

Kirim Komentar