26 Mar 2018 08:50

Pelayanan Pertama Pdt Arina sebagai Ketua BPMS

MyPassion
JADI BERKAT: BPMJ dan Pelsus bersama Gubernur Olly Dondokambey dan Ketua BPMS Pdt Hein Arina, usai ibadah HUT Jemaat ke-20. Foto: Revliando Abdilah/MP

Jemaat GMIM Yudea Paal Dua, menjadi saksi tugas perdana Pdt Hein Arina, Ketua BPMS GMIM periode 2018-2022. Arina yang baru dilantik Sabtu (24/3) sore itu, memimpin ibadah HUT ke-20 jemaat dan peresmian Yudea Center, Minggu (25/3) kemarin.

 

Laporan: Revliando Abdilah

TOGA hitam dan stola ungu jadi ‘seragam’ Pdt Arina ketika menunaikan tugas perdananya menjadi khadim di ibadah Minggu, kemarin. Sebelum berada di atas mimbar, bersama pelayan khusus GMIM Yudea Paal Dua, Pdt Arina melakukan prosesi dari konsistori menuju gedung Yudea Center.

Agenda pertama adalah meresmikan gedung tersebut, bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Olly dan Pdt Arina, dilanjutkan menekan tombol plang tirai bertuliskan Yudea Center. Setelah gunting pita, Pdt Arina menahbiskan gedung berlantai dua tersebut.

Dalam khotbahnya, Ketua BPMS GMIM ke-14 ini mengajak jemaat memperlengkapi diri dalam menghayati minggu-minggu sengsara. “Ini pelayanan pertama saya setelah menjadi ketua BPMS GMIM. Walaupun sebenarnya sudah beberapa kali datang di Jemaat Yudea,” kata Ketua BPMS yang terpilih pada Rabu (21/3) lalu itu.

Mantan Rektor UKIT ini menyebut, kelengkapan rohani itu penting dalam menghayati kesengsaraan Tuhan Yesus. “Agar kita dibentuk dan layak nanti pada perayaan Jumat Agung sebagai sidi jemaat untuk makan roti dan minum anggur perjamuan. Implikasinya, kita bisa mendidik anak-anak senantiasa mencintai gereja.

Berpartisipasi dalam perayaan perjamuan kudus. Tak hanya mengerti dan memahami, namun mampu merefleksikan kematian Yesus dalam hidup. Sehingga generasi ke depan, mampu mempertahankan nilai kekristenan. Ini yang menjadi kekayaan sebenarnya, sebagai orang tua. Untuk hidup mencintai dan mengasihi Tuhan,” terangnya.

Dalam kesaksiannya, dia berharap, ke depan ketika GMIM mencapai usia 100 tahun, gereja semakin bertumbuh dalam iman. “16 tahun ke depan GMIM akan merayakan HUT ke 100. Saya masih ingat, sewaktu mengikuti perayaan yubelium HUT ke-50 GMIM. Waktu itu jumlah wilayah hanya sekira 40. Jumlah jemaat saat itu hanya 460 jemaat dan pendeta masih sedikit. Begitupun dengan syamas dan penatua,” kenangnya.

Saat ini, kata Pdt Arina, pelayanan semakin besar. Ada sekira 126 wilayah GMIM tersebar. 975 Jemaat dengan 2.500 pendeta. Puluhan ribu pelayan khusus ada di GMIM. “Maka pelayanan harus diperkuat. Dengan baca Alkitab, rajin berdoa, dan giat bekerja. Maka secara komprehensif, akan menjadi berkat bagi masyarakat. Intinya, tujuan dari gereja adalah pembentukan dan kelengkapan rohani. Karena tantangan gereja saat ini sangat besar. Jadi volume pelayanan harus makin meningkat,” ajaknya.(***)

Kirim Komentar