23 Mar 2018 10:18

Pemilihan BPMS ke Depan, Undi atau Pakai Stola

MyPassion

KE depan, GMIM harus melakukan perubahan model pemilihan. Langsung undi atau seluruh peserta memakai stola pelayanan. “Cara-cara tidak gerejawi terjadi di pemilihan ini. Seperti lobi-lobi mirip pemilihan ketua parpol, intervensi kekuasaan, sampai politik uang. “Menyedihkan gereja kita jadi seperti ini,” ungkap sejumlah peserta.

Banyak berharap pemilihan dilakukan langsung diundi. Seperti tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:15-26, sebelum memilih semua sujud berdoa. Lalu dibuang undi, maka terpililah Matias. “Ke depan misalnya, seluruh jemaat memilih siapa 10 nama yang akan dinominasikan. Libatkan seluruh jemaat. Lalu 10 nama dikirim ke sinode untuk direkap. Nah dua besar itulah yang diundi dalam sidang sinode,” kata Pdt Michael Mengko STh.

Pnt Adolf Conggresco menyebut, model ini sangat Alkitabiah. Dan menghindari model pemilihan sekarang yang banyak kelemahan. “Selain memakan waktu, ada lobi politik, bermain uang, sampai intervensi kekuasaan. Prihatin melihat ini,” katanya di sela-sela Sidang Sinode ke-79.

Pilihan kedua, pemilih harus memakai stola pelayanan saat memilih. “Pengalaman saya jika memakai stola, kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Dan akan memilih dengan iman. Tidak akan mempan dengan intervensi dan politik uang. Biar 10 juta le,” tambah Pnt Conggresco.

Dia menyesalkan pemakaian baju pendeta hanya dilakukan saat seremoni pembukaan SMS ke-79, bukan saat pemilihan. “Mau diperlihatkan ke Wapres baju pendeta? Mestinya memakai stola paling penting saat pemilihan. Karena itu masuk dalam rangkaian ibadah,” katanya ditambahkan Ventje Pinontoan, Ketua Lansia Wilayah Manado Timur I.(*)

Kirim Komentar