22 Mar 2018 11:41

Data FB Diduga Bobol, Zuckerberg Merugi

MyPassion
Mark Zuckerberg

NEW YORKSaham Facebook (FB) kembali melorot. Bahkan penurunannya mencapai 2 persen sebelum pembukaan market pada Rabu (21/3). Dengan demikian, aksi jual saham Facebook sudah terjadi selama tiga hari beruntun akibat skandal pembobolan data. Dikutip dari Reuters, sejak Senin (19/3) lalu, nilai kapitalisasi market Facebook sudah tergerus hampir USD 50 miliar.

Penyebabnya, akhir pekan lalu, media AS ramai-ramai melaporkan bahwa perusahaan konsultan dan advertising Cambridge Analytica menerima data melalui pengembang aplikasi di jaringan sosialnya. Dan ini melanggar kebijakan Facebook. Perusahaan tersebut memanen data dari 50 juta pengguna tanpa izin.

Parlemen AS dan Eropa ingin mendengar langsung dari Zuckerberg alasan perusahaan konsultan tersebut bisa mengambil data tanpa izin. Sementara tekanan ini berlanjut, investor saham khawatir, Facebook akan dijatuhi regulasi lebih berat. Sekedar informasi, Cambridge Analytica merupakan perusahaan data politik yang bekerjasama dengan tim kampanye Presiden Donald Trump pada 2016.

Di sisi lain, Facebook membantah tuduhan adanya pembobolan data. Sejauh ini, Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg masih bungkam atas isu tersebut.

Dalam penyamaran yang dilakukan Channel 4 News Inggris, para senior eksekutif di Cambridge Analytica mengklaim bahwa mereka menjalankan semua operasi digital untuk kampanye Trump 2016. Dan secara terpisah menyarankan mereka dapat menggunakan teknik jebakan seperti suap dan pekerja seks untuk membantu politisi di negara lain mendiskreditkan lawan mereka.

Cambridge Analytica menuding reporter Channel 4 menggunakan tipuan sehingga menyebabkan para eksekutifnya membuat klaim tersebut. Disebutkan juga, Cambridge Analytica tidak pernah mengklaim pihaknya memenangkan pemilu untuk Trump. Terkait hal ini, Cambridge Analytica mensuspensi CEO Alexander Nix, yang kedapatan dalam aksi penyamaran Channel 4. (fgn)

Kirim Komentar