14 Mar 2018 10:02

Tentara AS Bebas Visa Kunjungan di Sulut

MyPassion
Foto: Rangga Mangowal/MP

MANADO—Imigrasi Manado memberikan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK), bagi tentara Amerika Serikat (AS). Fasilitas ini, hanya berlaku selama latihan militer bersandi ‘Cope West dan Spear Iron’. Yang berlangsung di landasan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado, 12 hingga 23 Maret mendatang.

 

“Sejak tanggal 1 Maret sampai 12 Maret 2018, petugas Imigrasi Bandara Sam Ratulangi, telah memberikan fasilitas Bebas Visa Kunjungan 30 hari, kepada 78 tentara Amerika. Ada pilot, crew dan penumpang dari kawasan Pasifik (US Pacific  Air Force),” beber Dodi Karnida, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil KemenkumHAM Sulawesi Utara.

Alasan pemberian BVK lanjut Karnida, karena mereka tergabung dalam kesatuan tentara kawasan Pasifik. Itu berdasarkan dokumen General Declaration. Di mana, sesuai pemeriksaan imigrasi, diketahui tentara AS datang dari pangkalan militer udara di Kadena dan Misawa-Jepang, Mariana dan Guam-Amerika, serta Utapao di Thailand.

“Dengan diberikannya fasilitas BVK, sesuai Peraturan Presiden nomor 21 tahun 2016 tentang BVK, maka para tentara Amerika ini boleh berada di wilayah Indonesia selama 30 hari. Seperti para turis asal RRT, yang selama ini datang ke Manado. Namun demikian, mayoritas dari tentara Amerika tersebut, hanya tinggal sebentar, sesuai jadwal latihan,” tandas Karnida.

Ditambahkan Kepala Imigrasi Manado Friece Sumolang MH, untuk tamu-tamu khusus, pemeriksaan keimigrasian kedatangan dan keberangkatan di Imigrasi Bandara Sam Ratulangi, biasanya menggunakan mobile unit di VIP room, atau di hanggar pesawat TNI AL. “Sehingga para tamu itu tidak harus datang ke konter imigrasi, seperti turis-turis RRT maupun WNA lainnya, dalam penerbangan reguler dari Singapura, yaitu 4 kali dalam 1 minggu,” beber Sumolang.

Di sisi lain, Keneth Rompas, Kepala Unit Pendaratan Imigrasi Bandara Samratulangi menyebutkan, hasil pemeriksaan atas paspor orang yang berlalu lintas keluar dan masuk Sulut, semua disimpan dalam sistem Border Crossing Management (BCM). Sehingga, seseorang yang berlalu lintas, datanya tersimpan di Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim). “Hal ini dapat digunakan sewaktu-waktu, termasuk juga untuk kepentingan alat bukti di dalam persidangan di peradilan,” pungkas Rompas.(gnr)

Kirim Komentar