14 Mar 2018 10:52
Demokrasi Bagian dari Iman

Sumakul: Warga GMIM Jangan Golput

MyPassion
HWB Sumakul

TOMOHON—Juni 2018 mendatang, sekira 6 kabupaten/kota Sulut akan melaksanakan pilkada serentak. Pun di dua kabupaten yang berada di wilayah pelayanan GMIM. Yakni Kabupaten Minahasa dan Minahasa Tenggara. Maka diimbau kepada seluruh warga GMIM yang memiiki hak suara pada pesta demokrasi tersebut, agar senantiasa menyalurkan haknya.

Sebab berdemokrasi adalah bagian dari iman. Hal ini ditegaskan Ketua BPMS GMIM Pdt HWB Sumakul. “Diharapkan warga GMIM yang daerahnya menyelenggarakan pilkada, agar jangan golput. Karena demokrasi merupakan bagian dari iman. Siapa yang tidak berdemokrasi, dipertanyakan imannya. Itu sudah jelas,” tegas Sumakul, sembari menambahkan menentukan pimpinan adalah salah satu tugas dari warga GMIM.

“Jadi harus menyalurkan haknya. Sebab menentukan pemimpin adalah bagian dari iman. Walalupun ada perbedaan yang terjadi nantinya, namun itulah kekayaan.  Asalkan jangan membuat susuatu yang akan berdampak kericuhan nantinya,” kata Sumakul yang sebentar lagi akan mengkhiri tugasnya sebagai ketua BPMS. 

Senada disampaikan Pdt Arthur Rumengan. Menurut wakil ketua BPMS Bidang Ajaran, Pembinaan dan Pengembalaan ini, warga GMIM harus terlibat aktif dalam kegiatan di tengah masyarakat. “Salah satu tanggung jawab warga gereja, kita harus menyukseskan program-program pemerintah.

Diantaranya penyelenggaraan pilkada yang berlangsung serentak tahun ini, pun ada di wilayah pelayanan GMIM. Supaya apa yang diharapkan dari pemerintah bisa sukses, sebab wujud kesuksesan dari kegiatan pilkada adalah besaran partisipasi wajib pilih. Maka harus hadir dalam pemilihan,” pintanya.

Lanjut Rumengan, hal ini sebagai bentuk tanggungjawab pimpinan gereja. “Kita harus selalu menghayati bahwa pemilihan itu sebagai sebuah proses pengungkapan iman. Sebab sesuai Alkitab, pemerintah adalah hambah Allah. Seperti dalam Roma pasal 13 ayat 4 dan 6.

Dengan jelas menggunakan kata dulos (hamba) dan kata leitourgos sebagai pelayan. Karena itu, kita tidak lagi mendikotomikan, walaupun tentunya ada batasannya sebagai gereja, dan sebagai pemerintah dalam lingkup kerja kita masing-masing. Tapi tujuannya sama, untuk kebaikan bagi masyarakat,” ungkapnya. 

Ditambahkan Wakil Ketua BPMS Bidang Hubungan Kerja Sama Pdt Hein Arina, warga GMIM diharapakan jangan golput. Kerena tidak demokratis serta tidak teologis, kalau tidak menggunakan hak suaranya. “Jadi harus menggunakan hak suara sebagai warga negara, pun merupakan tanggung jawab iman.

Gereja harus menyampaikan imbauan kepada warga GMIM, agar menyalurkan suara dalam pilkada. Secara general dan umum, gereja punya tanggung jawab untuk membentuk warga gereja, agar implikasi dari pada iman berdampak pada kehidupan masayarakat luas. Termasuk partisipasi dalam pilkada,” tukasnya.(cw-03/tan)

Kirim Komentar