14 Mar 2018 09:34
Panitia Siap, Hari Ini Temui Wapres

Doa dan Puasa untuk SMS 79

MyPassion

MANADO—19-24 Maret 2018 jadi salah satu momen bersejarah bagi Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Sidang Majelis Sinode (SMS) ke-79 bakal digelar. Di dalamnya dirangkai dengan pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) periode 2018-2022. Direncanakan acara akbar yang merupakan pesta iman warga GMIM ini akan dipusatkan di Grand Kawanua International City (GKIC), Manado.

Terkait persiapan, acara yang bakal dihadiri sedikitnya 2.250 peserta, diungkapkan Sekretaris Umum Panitia SMS 79 Pdt Djefry Saisab, pendistribusian perlengkapan sidang dilakukan pekan ini. “Kita mulai distribusi Sabtu (17/3) nanti. Minggu (18/3), akan gladi resik pelaksanaan pembukaan dan teknis persidangan,” bebernya.

Lanjut Saisab, segala persiapan sudah hampir rampung. Di atas 95 persen. “Baik peralatan maupun teknis penyelenggaraan sidang. Untuk lokasi, GKIC siap, tinggal perampungan Sabtu dan Minggu,” tukasnya sembari menambahkan, pihaknya masih menunggu kepastian apakah Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memenuhi undangan pembukaan. “Jadi esok (hari ini), Pak Wapres memanggil panitia untuk audience lagi menyangkut teknis pembukaan sidang,” ungkapnya. 

Selain persiapan teknis sidang, peserta harus mempersiapkan fisik dan iman. Sebab pelaksanaan sidang hampir sepekan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua BPMS Pdt Arthur Rumengan.

“Peserta terdiri dari pendeta (Ketua BPMJ). Ada juga mewakili unsur penatua dan syamas yang jumlahnya bervariasi, sesuai jumlah kolom jemaat masing-masing. Jadi selain kesiapan fisik, juga harus disiapkan hati pikiran. Ini sudah dilatih. Setiap pagi, ada penelaahan Alkitab dan ibadah. Malam juga ada ibadah refleksi. Peserta pun selalu dibawa dalam semangat ibadah,” terangnya.

Lanjutnya dalam setiap tahapan persidangan, peserta sudah siap secara spiritual. “Ketika kita mendengarkan laporan BPMS, dilanjutkan laporan dari BPPS kemudian pertimbangan dari MPS. Dilanjutkan masuk pada tanggapan. Kemudian dilakukan pemilihan BPMS periode berikut, dilanjutkan evaluasi dan pembuatan program, termasuk renstra.

Semua dibawa dalam doa. Selain ada tim doa yang disiapkan, juga doa masing-masing pribadi sudah dilakukan sejak persiapan mengikuti sidang. Tapi di dalamnya ada ibadah-ibadah,” ujar Rumengan. Dari segi kesiapan diri, diharapkan menjaga kesehatan. Terpenting juga segi spiritualitas iman. “Karena ini kegiatan sidang majelis sinode. Semua dinafasi semangat ibadah. Termasuk pemilihan,” ungkapnya.

Senada disampaikan Ketua BPMW Mapanget II Pdt Simon Surentu. “Dalam keikutsertaan sidang, harus ada persiapan diri. Perlu doa dan puasa,” singkat ketua BPMJ Jemaat Baitel Kolongan ini. Senada disampaikan Pdt Sem Kindangen. Ketua BPMW Kalawat II ini mengungkapkan, segala sesuatu harus dipersiapkan dengan iman.

“Karena ini merupakan satu pekerjaan Tuhan. Jadi segala sesuatu harus dihadapi dengan iman kepada Tuhan, bukan perasaan emosional yang ditonjolkan. Ini bukan sekadar jabatan gerejawi, tapi pekerjaan Tuhan. Juga akan jadi kesaksian gereja yang dinyatakan dalam proses pemilihan. Maka harus dilandasi dengan  kasih Tuhan,” ungkapnya, sembari menambahkan proses sidang ini dilangsungkan memaknai minggu-minggu sengsara.

“Di minggu sengsara ini harus menjadi peserta dan nominator yang mampu memikul salib dan menjaga kekudusan,” terang ketua BPMJ Eben Haezer Suwaan ini.(cw-03/tan)

Kirim Komentar