13 Mar 2018 10:19

Tersangka Baru Pemecah Ombak, Diperiksa Kejati Hari Ini

MyPassion
Ilustrasi Korupsi

MANADO—Perang melawan korupsi terus ditabuh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Pasca menetapkan satu lagi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak Likupang, Minahasa Utara, yaitu JT alias Junjungan, yang merupakan direktur Tanggap Darurat BNPB pusat.

 

Kejati Sulut, Selasa (12/3) hari ini, menjadwalkan pemeriksaan tersangka. “Pemeriksaan terhadap tersangka akan dilakukan Selasa 13 Maret 2018,” singkat Kasipenkum Kejati Sulut Yoni Mallaka SH saat dikonfirmasi soal kapan pemeriksaan dilakukan.

Diketahui, penetapan tersangka dugaan korupsi pemecah ombak di Likupang, Minahasa Utara, belum berhenti. Kejati Sulut, kembali menetapkan tersangka berinisial Junjungan, dalam perkara yang disinyalir merugikan negara Rp 8,8 miliar tersebut.

“Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga berperan aktif dalam rangka menyetujui permintaan dana siap pakai dari BPBD, Minut. Yang mana dalam pelaksanaannya, dilakukan di daerah yang sama sekali tidak terjadi bencana,” beber Mallaka, Minggu malam.

Soal ancaman hukuman tersangka JT, dibeberkan Mallaka, tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” pungkas Mallaka.

Diketahui, dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 8,8 Miliar tersebut, para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.(gnr)

Kirim Komentar