13 Mar 2018 14:23

TPA Melbar Belum Beroperasi

MyPassion
Jetty Megansa

TALAUD—Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, bakal menerima bantuan satu unit alat berat jenis excavator. Bantuan ini, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), melalui Dirjen Cipta Karya.

Bantuan diperuntukkan untuk mengeruk dan memadatkan timbunan atau tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), apabila telah mencapai ambang batas ketinggian. “Kita mengusulkan dua alat berat, yakni bulldozer dan excavator. Tapi yang direalisasikan excavator. Bantuan tersebut akan terealisasi bulan ini,” beber Kepala Dinas Lingkungan Hidup Talaud (DLH) Dra Jetty Megansa.

“Excavator akan digunakan untuk memadatkan sampah bila tumpukan sudah setinggi 15 sampai 20 cm. Setelah dipadatkan, sampah akan ditutup dengan tanah agar tidak menimbulkan bau busuk atau polusi udara,” sambungnya lagi.

Ia juga menjelaskan soal proses pengolahan sampah, sebelum sampah masuk ke TPA. Di mana, dilakukan pemisahan antara sampah organik dan non organik. “Sampah plastik, botol, logam, ranting kayu dan lain sebagainya akan kita pisahkan. Sampah daur ulang seperti plastik nantinya akan ada yang membeli, begitupun kayu yang dapat dijadikan bahan bakar,” jelas Megansa.

Ditambahkan, untuk TPA di Melonguane Barat (Melbar), pengoperasiannya  menunggu petunjuk Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Tuange. Sementara terkait informasi pengaspalan, dari Satker Pengembangan Sistem Kesehatan Lingkungan Permukiman Sulut. Hingga saat ini dibeberkan Megansa, kendala yang dihadapi adalah akses jalan. Belum diaspal dan masih berlubang.

“Dengan kondisi saat ini takutnya mobil pengangkut sampah akan terbalik, ketika melewati jalan tersebut. Hal ini juga sudah disampaikan kepada bupati dan Satker Penyehatan Lingkungan Permukiman, agar anggaran pengaspalan jalan ini dimasukkan dalam Dana Alokasi Khusus,” tandasnya.

Di sisi lain, jika Plt Bupati Petrus Tuange menyetujui TPA itu bisa digunakan dengan kondisi jalan seperti sekarang. Maka, akan segera dioperasikan. “Tergantung keputusan pimpinan,” tandasnya.

Diketahui, proyek pembangunan TPA bersumber dari APBN tahun anggaran 2016, dananya sebesar Rp.14.543.139.000. Dengan Pelaksana PT Tangga Batu Jaya Abadi. Nomor Kontrak: 05/SP-PU/PPK-PSPLPII/2016, tanggal 23 Maret 2016.(fik/gnr)

Kirim Komentar