13 Mar 2018 08:08
Militer Amerika Terkesan Latihan di Sulut

Operasi Cope West dan Spear Iron Resmi Dibuka

MyPassion
KOMPAK: kiri-kanan, Waasops Kasau Marsekal Pertama TNI Anang Nurhadi, Ketua DPRD Sulut Andrei Angow, Gubernur Olly Dondokambey, Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph Donovan, Kapolda Irjen Bambang Waskito, Danlanudsri Manado Kolonel Nav Insan Nanjaya, usai pembukaan Cope West dan Spear Iron, Senin (12/3), di landasan Lanudsri, Manado. Foto: Reza Mangantar/MP

MANADO—Operasi bersandi ‘Cope West dan Spear Iron’ resmi dibuka, Senin (12/3). Selama dua pekan, warga bisa menyaksikan dengan mata telanjang, 12 jet tempur tipe F16 bermanuver di langit Sulut. Operasi ini, didukung 300-an personel gabungan dari TNI AU dan US Pasifik Air Force (PASAF). Pukul 7.45 Wita, ratusan personel AU dan PASAF sudah sibuk melakukan persiapan di base camp. Sementara, di landasan udara, beberapa personel AU terlihat sibuk mengatur panggung upacara, yang diatur menghadap ke arah selatan dengan dua bendera Indonesia dan Amerika Serikat (AS) di depan.

 

Terlihat pula 12 pesawat tempur F16 juga terparkir rapi. Enam milik AS beserta satu Helikopter tipe Apache, diparkir menghadap ke arah panggung. Sedangkan enam milik TNI AU berada di sisi kanan pesawat Amerika, diparkir menghadap ke arah timur. Beberapa crew AU dan Amerika juga sedang sibuk melakukan persiapan di masing-masing pesawat. Pukul 8.30 wita, upacara pun dimulai. Puluhan personel AU dan Amerika berbaris memasuki landasan udara. Mereka kemudian berbaris di depan pesawat membentuk empat kelompok.

Terlihat Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R Donovan, didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey, beserta para tamu memasuki landasan udara. Donovan terlihat memakai batik coklat lengan panjang, berjalan santai sambil tersenyum melihat ke arah kamera awak media. Mereka kemudian menempati tempat yang telah disediakan.

Upacara militer kemudian dibuka oleh inspektur upacara dari masing-masing negara. Dari Indonesia adalah Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasau Marsekal Pertama (Marsma) TNI Anang Nurhadi.

Sementara perwakilan dari Amerika Serikat adalah Colonel Jason Cockrum. Kedua inspektur upacara kemudian menyiapkan setiap barisan. Sebelum pengarahan, diawali penyematan pin kepada empat personel dari TNI AU dan PASAF. Duta Besar Donovan bersama Gubernur Olly, ikut menyematkan pin kepada kepada empat personel tersebut.

Selepas pemasangan pin, pesawat jenis Hercules parkir di belakang panggung. Suara gemuruh mesin memecah suasana. Terlihat sesekali Dubes Donovan berbincang-bincang dengan Gubernur Olly melalui translaternya. TNI AU mengerahkan pesawat tempur dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekan Baru. Sementara PASAF juga mengerahkan 6 pesawat dari 13 Fighter Squadron USAF yang home basenya di Misawa, Jepang. Kedua Angkatan Udara ini juga akan melaksanakan latihan seperti penerjunan, infiltrasi, SAR Tempur dan evakuasi. Latihan itu juga melibatkan unsur Pasukan khusus TNI AU dan Combat Control Team (CCT) Special Force USAF.

Dalam pengarahannya, Inspektur Upacara Anang Nurhadi mengajak seluruh personel TNI AU untuk semangat. “Karena ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan para prajurit TNI AU dan USAF,” ujarnya. Selaku direktur latihan, Anang Nurhadi menambahkan, personel harus totalitas dalam menjalani Cope West. “Lakukan yang terbaik dalam latihan dan zero mistake,” pintanya.

Terpisah, Colonel Jason Cockrum, juga menyampaikan kepada USAF dan US PACAF untuk concern selama latihan. “Saya sangat terkesan dengan Cope West 2018. Saya harap semua latihan berjalan dengan lancar,” tukasnya.

Selepas pengarahan, masing-masing inspektur upacara langsung memberi komando untuk pembubaran barisan. Tanda upacara pembukaan Cope West telah selesai. Para personel kemudian membubarkan diri, menyisakan para undangan yang mengambil kesempatan berfoto berlatarbelakang pesawat tempur.

Gubernur Olly Dondokambey saat diwawancarai mengapresiasi dan mendukung latihan tersebut. “Mungkin latihan ini akan dilanjutkan terus karena sudah dua kali dilakukan di Manado. Saya harap prajurit dari dua negara ini bisa saling bekerja sama,” ungkapnya.

Dipilihnya Sulut sebagai tempat latihan diakui Olly tidak lepas dengan kerawanan daerah perbatasan. Namun, menurutnya latihan tersebut menyatakan, wilayah perbatasan Indonesia sudah terjaga. “Tujuan latihan bersama di Sulut merupakan suatu pilihan dari US Army dan TNI. Salah satu melakukan penguatan daerah perbatasan Filipina, yang banyak teroris,” tukasnya.

Di samping Olly, Duta Besar Amerika Donovan terlihat memandang Olly sambil tersenyum. Dia kemudian menanggapi pertanyaan yang diberikan. Namun dirinya terlihat sangat berhati-hati dalam menjawab setiap pertanyaan awak media.

Donovan mengatakan, latihan Indonesia dengan Amerika menekankan kemitraan yang strategis antara kedua negara. “Dalam setahun kami sudah melakukan lebih dari dua ratus kegiatan militer dengan Indonesia. Saya bangga karena Amerika telah menjadi mitra terbesar Indonesia dalam dunia militer,” ungkapnya.

Ketika ditanya alasan terkait pemilihan Manado sebagai tempat latihan yang juga berpengaruh dengan pengawasan wilayah perbatasan, Donovan hanya mengatakan sangat terhormat bisa datang ke sulut. “Tadi sudah dijelaskan oleh gubernur alasan mengapa kita memilih Manado sebagai tempat latihan. Pemerintah Indonesia yang memilih tempat untuk dilakukan latihan. Dan saya terhormat turut hadir di Sulut dengan alam yang sangat indah dan warganya yang ramah,” tandasnya.

Semula diketahui latihan Cope West dan Spear Iron ini akan dilakukan di langit Sulut tepatnya di atas Kepulauan Sangihe-Talaud. Namun ketika dikonfirmasi kembali, Marsma TNI Anang Nurhadi yang juga sebagai Direktur Latihan seakan menepis berita tersebut. “Kebetulan atas kerja sama ini kita banyak pilihan tempat, tapi kali ini kami lakukan di Manado. Area yang digunakan hanya di atas Manado saja tidak kemana-mana,” ungkapnya.

Meski sebelumnya Gubernur Olly Dondokambey membenarkan tujuan latihan juga untuk memperkuat wilayah perbatasan, Marsma TNI Anang Nurhadi bersikeras latihan tidak bersinggungan dengan hal tersebut. “Tidak ke perbatasan, hanya di Manado saja. Kita tidak melihat situasi ketika memilih Manado, tapi hanya memilih latihan di sini, itu saja,” tukasnya.

Mereka kemudian mengambil posisi untuk berfoto bersama sebelum meninggalkan landasan udara. Turut hadir dalam Upacara pembukaan latihan Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito, Ketua DPRD Sulut Andrei Angow, Paban III/Lat Kol Pnb Ferdinand Roring, Danlanudsri Kolonel Nav Insan Nanjaya.(*)

Kirim Komentar