13 Mar 2018 09:36

Demi Brani, Siap `Lawan` Mayulu

MyPassion
Benny Rhamdani

MANADO—Meski pemilihan legislatif (pileg) dihelat 2019, namun tensi politiknya sudah mulai hangat. Termasuk bakal calon untuk DPR RI yang dijagokan masyarakat dan partai politik (parpol) nanti.

Seperti di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), satu tokoh yang banyak mendapat dukungan maju ke gelangang pertarungan DPR RI yaitu Benny Rhamdani (Brani).

Tokoh muda BMR yang saat ini mengemban tugas sebagai senator di DPD RI ini dinilai paling konsisten memperjuangkan aspirasi masyarkat BMR.

Ketua DPC Partai HANURA Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel) Sunardy Kadulah, salah satu yang mendukung penuh Brani maju memperebutkan satu kursi di Senayan. Walaupun dengan itu, dia harus ‘melawan’ tokoh BMR yang lain, yang digadangkan juga bakal maju meperebutkan kursi DPR RI, yakni Herson Mayulu. Mayulu saat ini masih menjabat sebagai Bupati Bolsel.

Menurut Kadulah, dia akan mengerahkan segenap tenaga dan mesin partai di Bolsel untuk merebut dukungan demi Brani.  “Sesuai dengan aturan partai, seluruh kader partai wajib mendukung dan memenangkan calon anggota legislatif baik dari tingkat kabupaten, provinsi hingga ke DPR RI. Artinya, abang Benny adalah harga mati,” ujarnya.

Menurutnya, dia akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarkat terkait Brani. “Saya juga dukung beliau saat ke DPD lalu. Sosialisasi sudah jelas. Walaupun abang Benny belum menyatakan sikap. Kita sudah jalankan dukungan,” katanya.

Soal kabar dukungannya kepada Herson Mayulu yang sempat berhembus, dia membantah. “Tidak benar saya mendukung calon lain untuk maju DPR RI, seluruh pengurus DPC Hanura Kabupaten Bolmong Selatan harus mendukung abang Benny bukan orang lain,” tegasnya.

Sunardy menjelaskan, bahwa kemenangan kader partai menjadi tujuan utamanya. “Saya sudah bergabung dengan Hanura sejak 2008 sampai sekarang dan tujuan kami adalah memenangkan Partai Hanura terlebih abang Benny untuk DPR RI,” katanya.

Terpisah Ridwan Mamonto, warga Kotamobagu juga mengaku mendukung Brani untuk maju ke DPR RI. Menurutnya, karena Brani yang selama ini dikenal sebagai tokoh yang getol dan serius memperjuangkan kepentingan BMR di pusat. “Pak Benny Rhamdani sudah dikenal. Tidak perlu banyak sosialisasi. Siapa masyarakat BMR yang tidak kenal dan tahu apa yang diperjuangkannya di pusat. Salah satunya soal pemekaran,” katanya.

Sementara itu, Brani menanggapi positif arus dukungan agar dia maju ke DPR RI. Menurutnya, bicara soal kemauan pasti ada. “Sejauh mana kemauan itu bertemu dengan kehendak rakyat. Bahwa niat itu ada. Kalau rakyat menghendaki saya ke DPR RI, tentu saya siap,” ujarnya semalam.

Mantan legislator DPR Pprovinsi Sulut ini melihat DPR RI sebagai tempat pertarungan yang sesungguhnya untuk perjuangan politik. “Alat perjuangan sesungguhnya yaitu DPR RI. Karena DPR adalah lembaga yang power full. Sementara DPD kewenangannya masih terbatas. Walaupun kalau misalnya, bicara kepentingan pragmatis, masih lebih enak di DPD. Di DPD tidak ada fraksi. Setiap anggota bisa mengekspresikan kehendak dengan caranya sendiri. Tapi beda dengan DPR, harus di bawah kendali fraksi dan partai. Di DPD gaji dan tunjangan anggota zero persen potongan. Beda di DPR,” katanya.

Lanjutnya, kepentingan daerah yang diangkat nanti di DPR RI masih konsiten dengan apa yang dia lakukan selama ini. “Saya akan melanjutkan perjuangan bagi daerah, misalnya bicara tentang kehendak soal pemekeran daerah. DPD sudah mengambil keputusan politik mendukung daerah otonomi baru. Perjuangan politik kita bukan sesuatu yang omong kosong. Hanya dalam dua tahun saya di DPD sudah menetapkan 173 daerah otonom baru. Termasuk Langowan, Tahuna, Talaud Selatan, Minahasa Barat, Minahasa Tengah, dan Bolmong Tengah,” bebernya.

Menurutnya, perjuangan politik memang harus dibuktikan dengan konsistensi sesuai mandat rakyat. “Saya juga menginisasi RUU pengelolaan wilayah perbatasan dan RUU tentang daerah kepulauan. Kedua RUU ini sangat progresif untuk menjadi alat agar negara memperhatikan wilayah timur Indonesia.

Supaya negara hadir memberikan perhatian dan mengurus serta mengalokasikan dana secara khusus untuk perbatasan dan daerah kepulauan. Semangatnya untuk mengejar ketertinggalkan ketimpangan antara wilayah timur dan barat. Jawa dan luar jawa,” urainya.

Dia menegaskan, memperjuangkan aspirasi rakyat tidak boleh basa-basi atau omong kosong. “Karena rakyat bisa menyaksikan dan memantau setiap hari, apa yang kita lakukan dalam konteks perjuangan politik,” pungkasnya. (can)  

Kirim Komentar