12 Mar 2018 08:01

Terpanggil Melayani di Pedesaan

MyPassion
PDT Emma Pingkan Saisab STh, saat diteguhkan menjadi Pendeta Gereja Masehi Injili di Minahasa, Minggu (11/3). Foto: Rangga Mangowal/MP

KEBAHAGIAAN terpancar jelas di wajah Pdt Emma Pingkan Saisab STh. Betapa tidak, dirinya resmi diteguhkan lewat peneguhan kudus sebagai Pendeta Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Pdt Emma, sapaan akrabnya diteguhkan setelah menjalani masa pelayanannya sebagai seorang pendeta vikaris selama dua tahun di Gereja GMIM Imanuel Wanea, Wilayah Manado Tenggara.

Setelah peneguhan, Pdt Emma kemudian memimpin ibadah. Dalam khotbah perdananya sebagai seorang pendeta, dia mengajak jemaat untuk terus berserah diri pada Tuhan dalam setiap keadaan. “Ketika bekerja untuk sesuatu yang baik, setiap tantangan, suka maupun duka harus kita serahkan sepenuh hati kepada Tuhan. Jangan menyerah dan berputus asa, karena Tuhan Yesus berjanji, dirinya tidak akan pernah membiarkan kita umatnya berjalan sendiri,” khotbahnya.

Ketika diwawancarai selepas ibadah, dia mengaku ingin melayani di daerah pinggiran dan pedesaan. “Kalau untuk daerah sebenarnya saya ingin sekali melayani di daerah pinggir atau pedesaan. Karena saya waktu dua tahun lebih bervikaris di perkotaan. Namun sebagai pendeta GMIM saya harus siap ditempatkan di mana saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Manado Tenggara Pdt Djeffry Saisab berpesan untuk menjaga wibawa sebagai pendeta. “Jaga hati, jaga penampilan, bawa setiap pesan Tuhan apapun yang terjadi. Dalam kesederhanaan dan melayani dengan tulus hati. Jadilah pendeta yang rendah hati dan terus belajar. Jadilah berkat bagi jemaat dan semua orang,” tukasnya.

Senada, mewakili Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Pdt Yani Rende kepada Pdt Emma menekankan agar selalu semangat. “Pekerjaannya lebih berat. Meski mentor adalah keluarga, namun harus lebih mandiri dalam kerja pelayanan sebagai pendeta. Pdt Emma merupakan pendeta GMIM ke 2.216, untuk itu harus selalu semangat melayani dalam suka maupun duka,” tandasnya.(ran/tan)

Kirim Komentar