12 Mar 2018 11:40

Presiden Tiongkok `Seumur Hidup`

MyPassion
Xi Jinping

PARLEMEN Tiongkok menyetujui pencabutan pasal di konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali periode dalam 10 tahun. Sebuah langkah politik yang dianggap efektif untuk memungkinkan Presiden Xi Jinping menjadi presiden seumur hidup.

Perubahan ini disahkan dalam Kongres Rakyat Nasional -yang merupakan parlemen Tiongkok- yang berakhir hari Minggu (11/3). Hanya dua delegasi yang menentang perubahan itu, tiga orang abstain, sementara sisanya yaitu 2.964 suara menyetujuinya.

Dengan keputusan ini, maka Presiden Xi Jinping akan tetap bisa menjabat setelah jabatan keduanya berakhir pada 2023 mendatang. Sebelumnya, Tiongkok telah membatasi dua masa jabatan bagi presidennya yaitu semenjak tahun 1990-an. Pembatasan masa jabatan selama 10 tahun ini ditetapkan oleh Deng Xiaoping untuk menghindari terulangnya kembali kekacauan dalam era Mao, yang memerintah lebih dari 30 tahun.

Dua pendahulu Xi Jinping mengikuti pola suksesi yang teratur, namun Xi, sejak berkuasa, sudah memperlihatkan bahwa dia ingin memiliki peraturan sendiri.

Dilansir www.bbc.com, penghapusan pasal pembatasan masa jabatan presiden itu diusulkan oleh Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa penuh di negara itu. Kongres Rakyat Nasional biasanya lebih merupakan pengesahan atas usulan-usulan yang sudah lebih dulu disiapkan partai.

Lahir pada tahun 1953, Xi merupakan putra dari salah seorang pendiri Partai Komunis. Dia bergabung dengan partai pada tahun 1974 dan menapak karier hingga menjadi presiden pada tahun 2013.

Di bawah kepemimpinannya, Tiongkok menempuh reformasi ekonomi, kampanye antikorupsi yang tegas, dan kebangkitan nasionalisme namun dengan pemberangusan hak-hak asasi.

Upaya pemberantasan korupsi -yang populer di kalangan rakyat bawah- agaknya memang menjadi faktor penting dalam membuka peluang bagi Xi untuk tetap menjabat presiden setelah berakhirnya masa jabatan keduanya tahun 2023 mendatang.

"Salah satu tugas terbesarnya setelah dia berkuasa adalah mencabut semua ancaman atas partai dan negara. Untuk melakukan itu, tidak cukup baginya jika hanya menjabat dua periode," jelas Hua Po, seorang pengamat politik di Beijing kepada kantor berita AFP.

Hua Po berpendapat jika Xi 'mengalihkan kekuasaan pada akhir masa jabatan keduanya, kemungkinan besar kekuasaan akan kembali ke tangan-tangan korup dan kelas elite sehingga semua upaya dalam beberapa tahun akan percuma. Bagaimanapun sejumlah pengamat melihat upaya Presiden Xi dalam memberantas korupsi juga digunakan untuk menggeser lawan-lawan politiknya walau anggapan itu dibantah keras oleh para pendukungnya.(bbc/tan)

Kirim Komentar