12 Mar 2018 12:30
Berperan Menyetujui Dana Siap Pakai

Kasus Pemecah Ombak, Direktur Tanggap Darurat BNPB RI Jadi Tersangka

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Penetapan tersangka dugaan korupsi pemecah ombak di Likupang, Minahasa Utara, belum berhenti. Pasalnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), kembali menetapkan tersangka dalam perkara yang disinyalir merugikan negara Rp 8,8 miliar tersebut. Yaitu JT, selaku direktur Tanggap Darurat Badan Nasioanl Penanggulangan Bencana RI (BNPB RI).

 

“Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga berperan aktif dalam rangka menyetujui permintaan dana siap pakai dari BPBD, Minut. Yang mana dalam pelaksanaannya, dilakukan di daerah yang sama sekali tidak terjadi bencana,” beber Kasipenkum Kejati Sulut Yoni Mallaka SH, semalam saat dikonfirmasi.

Terkait waktu pemeriksaan tersangka, katanya sudah dijadwalkan. “Pemeriksaan terhadap tersangka akan dilakukan Selasa 13 Maret 2018,” ungkapnya lagi.

Soal ancaman hukuman tersangka JT, dibeberkan Mallaka, tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” pungkas Mallaka.

Diketahui, dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 8,8 Miliar tersebut, para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.(gnr)

Kirim Komentar