12 Mar 2018 14:34

Isu Bra Berbahaya Masih Meresahkan

MyPassion
Herman Aray

KOTAMOBAGU—Warga Kotamobagu masih dibuat resah dengan isu bra yang diduga mengandung cairan. Pasalnya, hampir dua minggu pasca inspeksi mendadak (sidak) dinas-dinas terkait, hasil uji laboratorium tak kunjung dipublikasikan.

“Waktu itu kan katanya bra-bra diambil sampel untuk diuji apakah berbahaya atau tidak. Kami baru akan merasa tenang jika hasil sudah diketahui. Kalau belum, tentu masih was-was,” kata Divina, salah satu warga.

Menanggapi hal ini, dijelaskan Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdakop dan UKM) Herman Aray, pihaknya memang telah menindaklanjuti dan mengirimkan sample bra ke Bandan Riset Standarisasi Industri (BRSI) dan Badan Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Manado.

“Belum bisa diteliti dikarenakan alat belum tersedia. Ternyata di Manado juga belum ada satu pun alat yang bisa mendeteksi itu, apakah dia positif berbahaya untuk digunakan oleh manusia atau tidak. Alatnya cuma ada di Bandung, jadi harus uji coba di sana," beber Herman.

Menjawab keresahan warga, pihaknya sudah mengimbau pemilik superstore untuk tidak memasarkan bra serupa. “Kita sampaikan jika belum hasil belum bisa dipajang. Dan untuk pengusaha-pengusaha barang fashion dari luar negeri, harus diterjemahkan bahasa Indonesia, karena kita menemukan masih ada yang bahasa asing," tutupnya.(tr-05/tan)

Kirim Komentar