12 Mar 2018 11:13

Desa di Sulut Banjir Duit

MyPassion

MANADO—Desa-desa di Sulut kembali bakal ‘kebanjiran’ duit lebih banyak di tahun depan. Pasalnya, pemerintah pusat merencanakan 2019 nanti menaikkan jumlah dana desa (dandes). Dari sebelumnya Rp 60 triliun akan menjadi Rp 85 triliun. Dandes di Sulut sendiri tahun ini mengalami sedikit penurunan dari 2017 (lihat grafis).

 

Rencana kenaikan ini, menurut Hizkia Tasik, pengamat ekonomi Sulut, perlu dievaluasi dengan baik. Namun dia menyakini, jika ada kenaikan dandes tahun depan, akan memberikan banyak multiplier effect positif. “Jika berhasil, maka dandes dengan pasti dapat memicu pertumbuhan ekonomi mengingat desa akhirnya menjadi lebih produktif. Lapangan usaha pertanian akan mengalami pertumbuhan besar yang hingga saat ini tingkat pertumbuhan lapangan usaha ini tidak masuk di lima lapangan usaha dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di Sulut,” ujarnya.

Dosen di Unsrat ini juga berpendapat, dandes diharapkan mengurangi kemiskinan dan pengangguran. “Untuk itu, dandes harus diarahkan ke sasaran yang tepat dan dikelola dengan baik,” pinta lulusan Georgia State University ini.

Lanjut Tasik, perlu dicermati juga dandes di Sulut hingga saat ini belum memberikan kontribusi besar untuk pengurangan kemiskinan dan lapangan kerja. “Di Sulut sendiri dandes meningkat tajam dari tahun ke tahun. Namun setelah tiga tahun program ini berjalan, kemiskinan dan gini ratio di Sulut tidak menurun secara signifikan. Fenomena ini juga merupakan fenomena nasional yang membuat Presiden Joko Widodo menunda rencana penambahan dandes yang besar di 2018,” jelasnya.

Di tempat lain, Prof Silvya Mandey mengatakan, yang perlu diperhatikan adalah penggunaan dandes harus tepat. Karena masih banyak desa tertinggal dikarenakan penyaluran dandes belum tepat sasaran.

Namun dia tidak menampik ada desa yang berhasil mengelolah dandes dengan baik.

Terkait pertumbuhan ekonomi di desa, menurutnya, tidak semata-mata pengaruh dandes. “Hasil pertanian ataupun industri perdagangan dapat memicu pertumbuhan ekonomi desa. Bukan hanya dandes. Dandes hanya bantuan yang diberikan pemerintah untuk lebih memaksimalkan perekonomian di desa,” ungkapnya.

Dia menilai, kebutuhan dan SDM setiap desa berbeda. “Kebanyakan masyarakat di desa yang masih tertinggal, tidak mengetahui cara mengelolah keuangannya dengan baik. Atau kesulitan memasarkan hasil pertanian atau industri yang diciptakan,” katanya. Sehingga, lanjutnya, pemerintah harus rutin memberikan sosialisasi dan pemeberdayaan untuk masyarakat desa tertinggal.

12
Kirim Komentar