10 Mar 2018 11:07

Parpol Baru harus Kerja Keras

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Partai politik (parpol) baru yang telah ditetapkan KPU dinilai harus lebih kerja keras dibanding yang lain. Menurut pengamat politik Dr Jhony Lengkong, karena parpol baru tantangannya belum terlalu dikenal. Sehingga, salah satu kerja keras parpol baru di bidang sosialsiasi.

 

"Kan agar masyarakat tahu ternyata ada produk yang dijual dari partai tersebut. Seharusnya partai juga sudah bisa menjual produk tersebut dari sekarang agar masih banyak waktu. Tentu saya rasa akan sangat susah meraup suara nantinya, namun jika partai telah dikenal masyarakat maka akan lebih mudah," ucapnya, kemarin.

Dia menambahkan, pada setiap pemilu parpol baru harus menghadapi ambang batas parlemen yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Merujuk UU 7/2017 tentang Pemilu, ambang batas parlemen pemilu 2019 sebesar 4 persen dari suara sah nasional. Sementara dalam dua pemilu 2009 dan 2014, ambang batas itu masing-masing 2,5 persen dan 3,5 persen.

"Ambang batas itu kerap menjadi ganjalan terbesar parpol baru. Agar tak mengalami fenonema serupa, setiap anggota parpol baru harus bertugas sebagai agen pemasaran partai mereka. Jadi saya sarankan bagi parpol baru harus secepatnya sosialisasi kepada masyarakat," tuturnya.

Pengamat politik Gustaf Undap juga senada. Menurutnya, kebanyakan parpol menargetkan perolehan suara hanya kepada para calon anggota legislatif sehingga raihan tidak maksimal.

"Tantangannya adalah mengelola konsistensi dan soliditas internal, status pengurus perlu bertransformasi ke dalam bentuk perolehan suara," urainya.

Dirinya menerangkan, jika parpol baru memiliki 1.000 anggota, maka di setiap 416 kabupaten atau kota raihan suara seharusnya lebih dari 416.000. Dengan asumsi setiap anggota parpol ditargetkan mendulang suara, terutama dari lingkaran terdekat seperti keluarga,” urainya.

Menurutnya, jika ada parpol baru di Sulut hanya diam makan akan kesulitan. “Itu yang saya sarankan agar semua mendulang suara, harus secepatnya sosialisasi. Turun dan bersentuhan dengan masyarakat. Apalagi di tingkat kelurahan. Basis masa terebesar ada di kelurahan," tutupnya. (tr-02/can)

Kirim Komentar