10 Mar 2018 11:08

Izin 155 BU Terancam Dibekukan

MyPassion

MANADO—Sebanyak 155 badan usaha (BU) di Kota Manado terancam dibekukan izin usahanya. Pasalnya mereka belum memberikan jaminan kesehatan bagi pekerja. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manado dr Greisthy Borotoding melalui Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik Ivana F Umboh mengatakan, itu sesuai PP 86 tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif kepada pemberi. ”Jadi badan usaha wajib bergabung dengan BPJS Kesehatan agar pekerja dan pemilik mendapatkan perlindungan sosial,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan, apabila BU tidak memberikan jaminan kesehatan kepada pekerja maka akan diberikan teguran pertama, kedua, sampai ketiga. “Jika tidak diindahkan, kami bisa memberikan rekomendasi ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk tidak mengeluarkan izin atau pembekuan izin usaha,” sebutnya.

Menurut dia, kebanyakan BU yang tidak memberikan jaminan kesehatan kepada pekerja yaitu pertokoan dan kontraktor. ”Tapi kami akan membangun koordinasi dengan pemerintah kota melalui forum koordinasi dan komunikasi untuk membahas masalah ini. Agar semua pekerja di Manado bisa terlayani mendapatkan jaminan kesehatan,” ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai instruksi presiden tahun 2019, seluruh warga tercover BPJS Kesehatan. ”Terakhir sampai Desember 2018. Jika BU belum juga memberikan jaminan kesehatan pada pekerja, maka sanksi administrasi diberlakukan, sampai denda 1 miliar dan kurungan penjara delapan tahun sesuai PP 86 tahun 2013,” tegasnya. “Kami juga akan menyosialisasikan pada Dinas Tenaga Kerja Kota Manado supaya BU dapat memberikan jaminan kesehatan kepada pekerjanya,” tambahnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Manado Roy Maramis meminta pelaku usaha kooperatif untuk mendaftarkan pekerjanya supaya menerima jaminan kesehatan dari BPJS. ”Kita harus menyukseskan program pemerintah supaya pekerja itu mendapatkan jaminan kesehatan. Lagi pula kalau pekerjanya sakit ini akan meringankan beban pelaku usaha, karena sudah mendapatkan jaminan kesehatan dari BPJS,” pungkasnya.(ite/gel)

Kirim Komentar